AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

Dua Rumah Sakit di Indonesia Ini Bakal Bangun Pusat Bedah Robotik

ECOTAINMENT
Kevi Laras
Minggu, 26 Juni 2022 10:46 WIB
RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dan RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta bakal membangun pusat bedah robotik pertama di Indonesia.
Dua Rumah Sakit di Indonesia Ini Bakal Bangun Pusat Bedah Robotik. (Foto: MNC Media)
Dua Rumah Sakit di Indonesia Ini Bakal Bangun Pusat Bedah Robotik. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Dalam rangka meningkatkan layanan kesehatan, dua Rumah Sakit Vertikal Kemenkes, yakni di RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dan RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta bakal membangun pusat bedah robotik pertama di Indonesia.

Proyek dikatakan bukan hanya bertujuan meningkatkan layanan kesehatan, tapi juga bernilai ekonomi dan edukasi. Dengan diberikannya akses transfer pengetahuan dan alih teknologi, industri dalam negeri mampu memproduksi alat dan sparepart-nya di dalam negeri dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang mencukupi.

"Proyek robotik merupakan proyek multi tahun yang bertujuan untuk meningkatkan akses layanan dan mutu layanan kesehatan untuk daerah yang tidak terjangkau di Indonesia. Strateginya adalah menggunakan Robotic Telesurgery sebagai bagian dari program telemedisin,” kata Staf Khusus Menkes Bidang Ketahanan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan, Prof. Laksono Trisnantoro, dilansir laman resmi Kemenkes, Minggu (26/6/2022)

Menurut dokter ahli bedah robotik di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, dr. Reno Rudiman, mengatakan program robotic telesurgery telah berjalan di RSHS sejak 2020. 

Robotic Sina misalnya, robot bedah di RS Hasan Sadikin yang melakukan pembedahan menggunakan instrumen moduler masing-masing tower, sehingga pergerakannya lebih fleksibel.

"Instrumen yang digunakan Sina memiliki ukuran 5 mm sehingga luka yang diakibatkan operasi bisa lebih minimally invassive lagi,” ucap dr. Reno.

Kendati demikian, proyek robotic telesurgery merupakan contoh konkret dari transformasi sistem kesehatan yang diinisiasi oleh Kemenkes, yang terdiri dari gabungan 4 pilar Transformasi Kesehatan, antara lain: Transformasi Layanan Rujukan, Pembiayaan Kesehatan, Ketahanan Industri Alkes, dan SDM Kesehatan.

Maka dari itu, program ini mendukung transformasi layanan sekunder berbasis teknologi kesehatan melalui layanan operasi/bedah jarak jauh. Ke depannya teknologi dapat menurunkan pasien rujukan ke RS tipe A atau RS Rujukan Nasional dengan pelayanan bedah jarak jauh. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD