AALI
10425
ABBA
424
ABDA
0
ABMM
1500
ACES
1405
ACST
282
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1185
ADMF
7975
ADMG
228
ADRO
1860
AGAR
346
AGII
1515
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
204
AHAP
64
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
240
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
635
AKRA
4280
AKSI
430
ALDO
705
ALKA
234
ALMI
234
ALTO
308
Market Watch
Last updated : 2021/10/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
517.26
-0.05%
-0.28
IHSG
6633.34
0.11%
+7.22
LQ45
972.21
-0.05%
-0.45
HSI
25330.96
1.48%
+368.37
N225
29068.63
1.81%
+517.70
NYSE
16744.29
1.4%
+231.13
Kurs
HKD/IDR 1,817
USD/IDR 14,150
Emas
812,528 / gram

Gerhana Matahari Cincin Akan Sapa Bumi Pada 10 Juni, Ini Cara Menyaksikannya

ECOTAINMENT
Intan Rakhmayanti
Selasa, 08 Juni 2021 07:14 WIB
Fenomena langka gerhana matahari akan menghiasi langit pada 10 Juni 2021. Gerhana matahari yang dihasilkan akan menciptakan fenomena cincin api yang indah.
Gerhana Matahari Cincin Akan Sapa Bumi Pada 10 Juni, Ini Cara Menyaksikannya. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Fenomena langka gerhana matahari akan menghiasi langit pada 10 Juni 2021. Gerhana matahari yang dihasilkan akan menciptakan fenomena cincin api yang indah di langit.

Sayangnya fenomena ini hanya dapat disaksikan di bagian utara Bumi, yakni Pulau Ellesmere dan Baffin (Kanada), serta kawasan Siberia (Rusia). Gerhana cincin api ini juga sebagian terlihat di beberapa negara bagian AS.

Kota-kota seperti Toronto di Kanada dan New York dan Boston di AS masing-masing akan melihat antara 80 hingga 86 persen gerhana Matahari.

Gerhana diperkirakan akan dimulai sekitar pukul 05.24 EST ketika Bulan lewat tepat di depan Matahari. Gerhana cincin ini akan mencapai puncaknya sekitar pukul 05.32 EST.

Para astronom memperkirakan seluruh peristiwa ini akan berlangsung lebih dari satu jam dan akan selesai pada pukul 06:30 EST.

Wilayah lain seperti Greenland, Irlandia, Eropa, Rusia, negara Asia bagian tengah dan China bagian barat bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian jika cuaca memungkinkan.

Di Inggris dan Irlandia, misalnya, 38 persen matahari akan terhalang bulan dan menjadi fenomena gerhana matahari parsial sekitar pukul 11.00 waktu setempat.

NASA menjelaskan, tidak pernah aman untuk melihat langsung sinar matahari, apalagi jika sedang terjadi gerhana matahari.

Kendati demikian, NASA mengingatkan agar masyarakt tidak melihat langsung fenomena tersebut tanpa alat bantu seperti kacamata gerhana.

"Saat menyaksikan gerhana sebagian, Anda harus memakai kacamata gerhana atau menggunakan metode tidak langsung alternatif," kata badan antariksa AS tersebut.

"Ini juga berlaku selama gerhana total hingga saat matahari benar-benar tertutup," tambah mereka. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD