AALI
8225
ABBA
550
ABDA
0
ABMM
1295
ACES
1300
ACST
244
ACST-R
0
ADES
2820
ADHI
895
ADMF
7675
ADMG
216
ADRO
1345
AGAR
368
AGII
1305
AGRO
2290
AGRO-R
0
AGRS
244
AHAP
70
AIMS
338
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
600
AKRA
3870
AKSI
424
ALDO
720
ALKA
234
ALMI
238
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
453.05
-0.47%
-2.15
IHSG
6060.76
-0.26%
-15.56
LQ45
851.73
-0.36%
-3.10
HSI
24221.54
0.51%
+122.40
N225
29839.71
-2.17%
-660.34
NYSE
16168.17
-1.78%
-292.18
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,235
Emas
805,555 / gram

Besok Gerhana Matahari Cincin, Umat Muslim Bisa Lakukan Amalan Ini

SYARIAH
Hantoro
Rabu, 09 Juni 2021 16:55 WIB
Gerhana matahari cincin akan terjadi pada Kamis 10 Juni 2021.
MNC Media

IDXChannel - Gerhana matahari cincin akan terjadi pada Kamis 10 Juni 2021. Fenomena alam langka ini akan terlihat di langit Bumi. Sayangnya, gerhana matahari cincin hanya dapat disaksikan di bagian utara Bumi, yakni Pulau Ellesmere dan Baffin (Kanada), serta kawasan Siberia (Rusia).

Gerhana matahari cincin api ini juga sebagian terlihat di beberapa negara bagian Amerika Serikat. Kota-kota seperti Toronto di Kanada serta New York dan Boston di AS bakal bisa terlihat antara 80 hingga 86 persen gerhana matahari cincin ini.

Wilayah lain seperti Greenland, Irlandia, Eropa, Rusia, negara Asia Tengah serta China bagian barat bisa menyaksikan gerhana matahari cincin ini jika cuaca memungkinkan.

NASA menjelaskan, tidak aman untuk melihat langsung sinar matahari, apalagi jika terjadi gerhana. Mereka pun mengingatkan agar masyarakat tidak melihat langsung gerhana matahari cincin ini tanpa alat bantu seperti kacamata gerhana.

Sementara dalam ajaran agama Islam, ada amalan yang bisa dilakukan ketika terjadi fenomena alam gerhana, termasuk gerhana matahari cincin. Berikut amalan-amalan tersebut, seperti dijelaskan Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, seperti dilansir laman Muslim.or.id.

Perbanyaklah zikir, istighfar, takbir, sedekah dan bentuk ketaatan lainnya.

Hal ini berdasarkan riwayat dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

Artinya: "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah." (HR Bukhari Nomor 1044)

2. Keluar mengerjakan sholat gerhana secara berjamaah di masjid

Salah satu dalil yang menunjukkan hal ini sebagaimana dalam hadis dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha bahwasanya Nabi Muhammad Shallallahu ’alaihi wassallam mengendarai kendaraan di pagi hari lalu terjadilah gerhana. Lalu Nabi Shallallahu ’alaihi wassallam melewati kamar istrinya (yang dekat dengan masjid), lalu beliau berdiri dan menunaikan sholat. (HR Bukhari Nomor 1050).

Dalam riwayat lain dikatakan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ’alaihi wassallam mendatangi tempat sholatnya (yaitu masjidnya) yang biasa dia sholat di situ. (Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 1/343)

Ibnu Hajar mengatakan, "Yang sesuai dengan ajaran Nabi Shallallahu ’alaihi wassallam adalah mengerjakan sholat gerhana di masjid. Seandainya tidak demikian, tentu sholat tersebut lebih tepat dilaksanakan di tanah lapang agar nanti lebih mudah melihat berakhirnya gerhana." (Fathul Bari, 4/10)

Lalu, apakah mengerjakan dengan jamaah merupakan syarat sholat gerhana?

Syekh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin mengatakan, "Sholat gerhana secara jamaah bukanlah syarat. Jika seseorang berada di rumah, dia juga boleh melaksanakan sholat gerhana di rumah. Dalil dari hal ini adalah sabda Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam:

فَإِذَا رَأَيْتُمْ فَصَلُّوا

Artinya: "Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka sholatlah." (HR Bukhari Nomor 1043)

(IND)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD