Ia mengaku sengaja datang jauh-jauh hanya untuk menyaksikan prosesi budaya yang menurutnya kini sudah jarang ditemui. Meski harus berebut dengan pengunjung lain, ia merasa puas karena berhasil mengamankan berbagai jenis hasil bumi.
"Seru banget, dapat kacang panjang, ada singkong, ada jagung, ada buah manggis, jeruk bali, wortel. Macam-macam, seru pokoknya," kata Haryati saat diwawancarai di lokasi, Minggu (19/4/2026).
Menurutnya, acara seperti ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarana edukasi yang penting bagi generasi muda untuk lebih mengenal kekayaan budaya Indonesia. Ia berharap ke depannya TMII terus konsisten menampilkan beragam event budaya yang sudah jarang dijumpai di masyarakat.
"Kalau buat anak-anak zaman sekarang mungkin jarang sekali ada event-event kayak gini. Jadi itu bagus banget buat pengetahuan teman-teman anak muda, karena kebudayaan Indonesia ini ternyata banyak banget," ucap dia.
Hal serupa juga dirasakan oleh Novi, pengunjung asal Bekasi yang juga tidak ingin ketinggalan momen arak-arakan dan rebutan gunungan hasil bumi ini. Baginya, ikut berebut hasil bumi adalah cara terbaik untuk meramaikan ulang tahun TMII yang hanya diperingati satu tahun sekali.