IDXChannel- Klub Liga Italia Como 1907 membuat gebrakan di awal 2025. Klub milik pengusaha Indonesia Grup Djarum ini akan merenovasi total stadion Giuseppe Sinigaglia.
Como 1907 berkerja sama dengan pemerintah Kota Como mencanangkan pembangunan kembali stadion bersejarah Giuseppe Sinigaglia. Proyek itu dipresentasikan Presiden Como 1907 Mirwan Suwarso dan Walikota Como.
Giuseppe Sinigaglia akan disulap menjadi aset multiguna bagi para penggemar dan masyarakat setempat. Stadion yang berlokasi di dekat Danau Como ini menjadi salag satu tempat paling indah dalam dunia sepak bola.
Grup Djarum mengandeng firma arsitektur internasional ternama Populous akan menyulap stadion bersejarah itu menjadi tempat yang nyaman.
Proyek itu renovasi itu mencakup zona pejalan kaki, area parkir, ruang pameran, pusat kesehatan, pasar makanan, dan bangunan lain yang berfokus pada kenyamanan pengunjung.
Como juga akan menambah kapastitas stadion yang semula 7.498 menjadi antara 15.000 dan 20.000 kursi. Proyek pembangunan ini dilakukan dua tahap.
Tahap pertama pengajuan proposal persetujuan Dokumen Kelayakan Alternatif Proyek (DOCFAP). Como berharap desain itu disetujui pada Mei 2026. Setelah itu masuk tahap pembangun yang ditargetkan tuntas pada 2028.
Dilansir thestadiumbusiness, Kamis (6/2/2025), Grup Djarum akan mendanai mayoritas proyek renovasi tersebut. Namun, hingga kini besaran biaya untuk renovasi stadion itu masih dirahasiakan.
Presiden Como 1907, Mirwan Suwarso mengatakan renovasi total Giuseppe Sinigaglia merupakan komitmen pemilik klub kepada masyarakat Como. Dia berharap stadion tersebut menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan bagi fans dan warga Como.
"Tujuan kami adalah untuk memastikan bahwa Stadio Giuseppe Sinigaglia tetap menjadi bagian penting dari masyarakat. Proyek baru ini harus menghormati warisan Stadio Giuseppe Sinigaglia, sekaligus menjadikannya ruang yang aktif dan dapat diakses oleh semua warga dan pengunjung, tidak hanya untuk sepak bola, tetapi juga untuk kepentingan semua orang, 365 hari dalam setahun," kata Mirwan.
(Ibnu Hariyanto)