IDXChannel - Daftar film perjuangan kemerdekaan Indonesia cocok untuk ditonton saat merayakan peringatan HUT RI tahun ini. Salah satunya adalah film Nagabonar yang bertema perjuangan bergenre komedi yang diproduksi pada tahun 1987.
Nagabonar mengambil latar peristiwa perang kemerdekaan Indonesia ketika sedang melawan kedatangan pasukan Kerajaan Belanda pasca kemerdekaan Indonesia di daerah Sumatera Utara.
Dilansir dari berbagai sumber pada Jumat (16/8/2024), IDX Channel telah merangkum daftar film perjuangan kemerdekaan Indonesia, sebagai berikut.
Daftar Film Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

1. Bumi Manusia (2019)
Film Bumi Manusia secara umum menceritakan tentang kisah percintaan antara Minke, seorang pribumi Jawa dan Annelies Mellema, anak seorang tuan Belanda dari gundiknya, di masa pemerintahan Kolonial Belanda. Cinta Minke dan Annelies banyak mendapat hambatan, khususnya dari masyarakat Belanda.
Meski akhirnya berhasil menikah, hubungan cinta Minke tidak direstui baik oleh ayahnya yang seorang priyayi Jawa, dan pemerintah kolonial Belanda. Pemerintah kolonial bahkan berusaha merebut Annelies dari ibu dan suaminya dan mengirim wanita muda ini ke negeri Belanda.
2. Perburuan (2019)
Film ini dirilis tahun 2019 yang diperankan oleh aktor Adipati Dolken. Film yang diangkat dari novel berjudul sama karya penulis terkenal, Pramoedya Ananta Toer ini, mengambil latar perjuangan kemerdekaan Indonesia di era penjajahan Jepang.
Film Perburuan banyak menceritakan tentang pemberontakan pasukan PETA (Pembela Tanah Air) melawan Jepang. Dikisahkan, enam bulan setelah kegagalan pemberontakan PETA terhadap Jepang, Hardo (Adipati Dolken) kembali ke kampung halamannya di Blora.
3. Sultan Agung: Tahta, Perjuangan dan Cinta (2018)
Film bergenre kolosal ini menampilkan biografi tokoh Sultan Agung yang terkenal ambisius dan pemberani karena keputusannya untuk menyerang VOC Belanda. Singkat cerita, selepas kepergian ayahnya, Raden Mas Rangsang yang kala itu masih kecil dinobatkan sebagai Sultan Agung Hanyakrakusuma.
Film Sultan Agung tak hanya menampilkan cerita tentang perlawanan terhadap VOC, melainkan juga terdapat bumbu cinta antara Sultan Agung dengan Lembayung yang terpaksa kandas.
4. Kartini (2017)
Film ini mengangkat biografi dari salah satu tokoh pahlawan wanita nasional. Ia adalah Raden (R.A) Kartini. Jika biasanya film perjuangan identik dengan perlawanan fisik dan diplomasi, maka kartini justru berjuang melalui dunia pendidikan yang kala itu masih sangat terbatas untuk diakses, terutama bagi perempuan.
Film Kartini memiliki alur cerita yang maju-mundur dan mengisahkan tentang sosok Kartini kecil yang sudah dikenal sebagai pemberontak. Akibat dari sikap kritisnya, R.A Kartini kini sangat dikenang karena menjadi inspirasi dalam dunia pendidikan dan tak henti berjuang atas hak-haknya.
5. Rudy Habibie/ Habibie & Ainun (2016)
Film Rudy Habibie (Habibie & Ainun) merupakan sebuah film biografi Indonesia tentang kisah masa muda Rudy Habibie sebelum dikenal sebagai teknokrat dan presiden Republik Indonesia ke-3. Film ini adalah film sekuel dari film ‘Habibie & Ainun’ pada tahun 2013.
Jika sebelumnya lebih banyak mengisahkan sisi romantis B.J Habibie dan sang istri, maka pada film yang dirilis 2016 berbeda sebab kali ini lebih banyak menceritakan kehidupan masa muda B.J Habibie ketika masih menjadi mahasiswa di Jerman hingga konflik yang terjadi ketika ia ingin berkontribusi pada negara.
6. Jenderal Soedirman (2015)
Film yang dibintangi oleh aktor tampan Adipati Dolken ini merupakan film biografi perjuangan Indonesia yang sangat cocok untuk memperingati hari kemerdekaan 17 Agustus. Film ini berdurasi dua jam dan menceritakan tentang perjuangan sang Jenderal Soedirman pada masa kolonial Belanda di Indonesia.
Selain itu, pada film ini berfokus pada perjuangan sang Jenderal Soedirman yang mengalami sakit keras ketika melakukan perjalanan ke Selatan untuk misi gerilya selama tujuh bulan. Akan tetapi, misi gerilya tersebut berhasil membuat pasukan Belanda kewalahan karena kehabisan logistik dan akhirnya menandatangani perjanjian Roem-Royen. Dari sinilah Belanda mengakui kedaulatan bangsa Indonesia.
7. Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015)
Film bertemakan perjuangan bangsa selanjutnya berjudul Guru Bangsa: Tjokroaminoto. Film ini mengisahkan perjuangan HOS Tjokroaminoto dalam mendapatkan hak dan martabat masyarakat Indonesia.
Film yang berlatar belakang pada masa penjajahan ini disutradarai oleh Garin Nugroho dan diperankan oleh Reza Rahadian sebagai pemeran utama.
8. Soekarno: Indonesia merdeka (2013)
Film Soekarno: Indonesia Merdeka merupakan film biografi Presiden pertama Indonesia. Film biografi yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini termasuk salah satu film tokoh perjuangan Indonesia terbaik.
Film ini mengisahkan tentnag perjuangan seorang pira yang bernama Kusno. Kala itu, ia selalu mengalami ‘sakit-sakitan’ hingga akhirnya orang tuanya menamakan “Soekarno”. Tak hanya tokoh Soekarno, beberapa tokoh nasional lain juga ikut menjadi saksi perjuangan proklamasi seperti terdapat tokoh Hatta dan Sjahrir.
9. Sang Pencerah (2010)
Film ini merupakan hasil garapan Hanung Bramantyo yang diadaptasi dari kisah nyata pendiri organisasi Islam Muhammadiyah, yakni Ahmad Dahlan. Film yang mengisahkan tokoh perjuangan Indonesia satu ini mengajarkan nilai-nilai toleransi, konsistensi dan semangat perubahan.
Film yang dibintangi oleh aktor dan aktris ternama seperti Lukman Sardi, Giring Ganesha, Yati Surachman, Sujiwo Tejo dan Zaskia Adya Mecca. Meski film ini tidak berlatar belakang Kemerdekaan Indonesia, sebagai penonton dapat merasakan arti semangat perjuangan untuk melepaskan benagsa Indonesia dari penjajahan dan penindasan dalam film ini.
10. Battle of Surabaya (2015)
Film bertema perjuangan Indonesia kali ini menggunakan tampilan animasi 2 dimensi. Film animasi Battle of Surabaya ini diproduksi oleh MSV Pictures, dan disutradarai oleh Aryanto Yuniawan.
Battle of Surabaya mengisahkan tentang petualangan Musa. Seorang remaja tukang semir sepatu yang menjadi kurir bagi perjuangan arek-arek Suroboyo pada pertempuran 10 November 1945.
11. Tjoet Nja Dhien
Film yang diproduksi tahun 1988 ini secara umum menceritakan biografi Cut Nyak Dien, pahlawan nasional Indonesia dari Aceh, dalam melawan tentara kerajaan Belanda. Film ini tidak hanya menceritakan dilema-dilema yang dialami Tjoet Nja' Dhien sebagai seorang pemimpin, tetapi juga yang dialami oleh pihak tentara Kerajaan Belanda kala itu.
Bagaimana Tjoet Nja' Dhien yang terlalu bersikeras pada pendiriannya untuk berperang, akhirnya dikhianati oleh salah satu orang kepercayaannya dan teman setianya, Pang Laot yang merasa iba pada kondisi kesehatan Tjoet Nja' Dhien yang menderita rabun dan encok.
Ditambah penderitaan berkepanjangan yang dialami para pejuang Aceh dan keluarga mereka. Film karya Eros Djarot ini menjadi film Indonesia pertama yang ditayangkan di Festival Film Cannes tahun 1989.
Itulah informasi terkait daftar film perjuangan kemerdekaan Indonesia yang bisa Anda simak, semoga bermanfaat. Jangan lupa untuk selalu terus update berita terkini Anda seputar bisnis dan ekonomi hanya di IDX Channel.