AALI
12000
ABBA
184
ABDA
6250
ABMM
3050
ACES
980
ACST
157
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
685
ADMF
8075
ADMG
179
ADRO
3100
AGAR
330
AGII
1970
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
62
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
350
ALDO
905
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
206
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20171.27
0.29%
+59.17
N225
26677.80
-0.26%
-70.34
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,471 / gram

Kisah Mantan Atlet Dayung Nasional, Terpaksa Jual Medali Emas Demi Pengobatan Anak

ECOTAINMENT
Rifki hasibuan
Senin, 16 Agustus 2021 12:23 WIB
Atlet yang pernah berjaya di lintasan dayung, dan mempersembahkan medali emas untuk Indonesia, saat berlaga di Australia tersebut, kini masih harus berjuang.
Kisah Mantan Atlet Dayung Nasional, Terpaksa Jual Medali Emas Demi Pengobatan Anak (FOTO:MNC Media)
Kisah Mantan Atlet Dayung Nasional, Terpaksa Jual Medali Emas Demi Pengobatan Anak (FOTO:MNC Media)

IDXChannel  - Nasib pilu dirasakan Leni Haini. Atlet dayung nasional asal Kota Jambi yang berjaya di era 1990-an tersebut, kini harus berjuang keras membiayai pengobatan putri bungsunya, yang mengidap penyakit Epidermolisis Bulosa.

Atlet yang pernah berjaya di lintasan dayung, dan mempersembahkan medali emas untuk Indonesia, saat berlaga di Australia tersebut, kini masih harus berjuang keras menyelamatkan nyawa putrinya.

Leni yang telah pensiun dari olah raga dayung sejak tahun 2000 tersebut, sempat menjadi buah bibir karena nekad menjual medali-medali yang pernah diraihnya, demi mencari biaya untuk pengobatan putrinya, dan menyambung hidupnya.

Putri bungsunya yang bernama Habibah, menderita Epidermolisis Bulosa. Kulitnya sangat sensitif bila terkena sinar matahari. Sehingga, setiap hari hanya bisa terbaring di tempat tidur. Aktivitasnya hanya menggambar di atas kertas.

Setiap hari Habibah harus berjuang menahan rasa sakit yang mendera tubuhnya. Bahkan untuk berdiri, Habibah harus dibantu. Meski dalam keterbatasan, Habibah memiliki kreatifitas, ia mampu melukis di atas kertas. Kemampuan ini ia dapatkan karena sering melihat televisi dan Youtube.

"Habibah, saat ini hanya dirawat di rumah saja, karena biaya pengobatannya cukup mahal. Setiap harinya harus mengeluarkan biaya Rp100 ribu-300 ribu, hanya untuk membeli obat dan vitamin saja," tutur Leni.

Dia mengaku pernah ingin membawa putri kecilnya itu untuk menjalani operasi, namun niat itu belum terlaksana karena biaya operasinya sangat mahal. yakni mencapai senilai Rp1 miliar.

Kini selain harus mengurus putri bungsunya, Leni aktif dalam kegiatan lingkungan. Dia setiap hari keliling untuk membersihkan Danau Sipin Kota Jambi, dari sampah-sampah. Tak hanya itu, Leni mengubah rumahnya menjadi bank sampah , serta tempat belajar bagi anak kurang mampu di sekitar rumahnya.


(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD