Pada 1964, tepat 100 tahun setelah pendiriannya, pengelolaan diserahkan ke Pemprov DKI Jakarta dan lokasi dipindahkan ke Ragunan dengan lahan yang jauh lebih luas.
Kini, Ragunan telah berkembang dari 30 hektare menjadi 127 hektare dan menjadi kebun binatang terluas di Asia.
Menariknya, Taman Margasatwa Ragunan masih menyimpan beberapa jenis koleksi satwa milik Raden Saleh. Bahkan, usia satwa-satwa itu disinyalir mencapai lebih dari 50 tahun.
“Masih ada beberapa memori yang tersimpan dari Cikini. Seperti beruang Eropa itu masih hidup. Kemudian, gajah sumatera usianya sudah di atas 50 tahun. Ada juga simpanse,” ungkap Bambang.
Merujuk pada kondisi satwa tersebut yang sudah sangat tua, pengelola memutuskan untuk memberikan perawatan khusus kepada hewan-hewan ini sehingga tidak ditampilkan kepada publik.