FIFA diperkirakan melelang hak siar Piala Dunia 2030 yang digelar di Maroko, Spanyol, dan Portugal, serta Piala Dunia 2034 di Arab Saudi. Persaingan bakal semakin ketat karena sejumlah perusahaan media dan platform digital siap mengajukan penawaran sehingga berpotensi mendorong nilai kontrak ke level tertinggi.
Wakil Presiden Eksekutif Divisi Media Advisory Octagon, Daniel Cohen bahkan menilai FIFA memiliki peluang menggabungkan penjualan hak siar berbahasa Inggris dan Spanyol untuk dua edisi Piala Dunia tersebut dalam satu paket senilai hingga USD3 miliar. Menurut dia, lonjakan rating televisi, konsumsi digital, hingga belanja iklan menjadi modal utama FIFA dalam proses negosiasi.
"FIFA dapat menawarkan dua siklus Piala Dunia sekaligus dan berpeluang menghasilkan kontrak senilai USD3 miliar," katanya.
Meski demikian, tantangan tetap ada. Perbedaan zona waktu pada Piala Dunia 2030 diperkirakan kurang menguntungkan bagi pemegang hak siar di AS karena sebagian besar pertandingan akan berlangsung pada jam siang waktu setempat sehingga mengurangi kesempatan tayangan utama atau prime time.
"Zona waktu memiliki dampak yang bahkan lebih besar dibanding perbedaan jadwal penyelenggaraan turnamen. Kami juga melihat pola serupa pada Olimpiade ketika perbedaan waktu menjadi faktor utama penurunan penonton," ujar Senior Vice President Nielsen, Brian Fuhrer.