Selain tantangan waktu siaran, Piala Dunia 2030 juga tidak lagi diramaikan sejumlah bintang senior seperti Cristiano Ronaldo, Neymar, dan kemungkinan Lionel Messi. Namun, pemain muda seperti Kylian Mbappe, Erling Haaland, dan Folarin Balogun, dinilai berpotensi menjadi daya tarik baru bagi penonton global.
Di sisi lain, FIFA juga memperoleh nilai tambah dari penerapan jeda hidrasi (hydration breaks) yang membuka ruang iklan tambahan. Cohen memperkirakan inovasi tersebut berpotensi menghasilkan tambahan pendapatan sekitar USD300 juta bagi pemegang hak komersial.
Sejumlah raksasa media dan teknologi diperkirakan ikut bersaing mendapatkan hak siar, antara lain Netflix, Amazon Prime Video, NBC Sports, ESPN, hingga Fox yang selama tiga edisi terakhir menjadi pemegang hak siar berbahasa Inggris di Amerika Serikat.
Optimisme tersebut didukung capaian penonton Piala Dunia 2026 yang mencetak rekor. Fox mencatat rata-rata 26,4 juta penonton saat pertandingan AS melawan Bosnia-Herzegovina pada 1 Juli, sementara total penonton siaran Piala Dunia melalui Fox, FS1, dan Tubi telah mencapai 103,4 juta hingga pertengahan pekan. Angka tersebut memperkuat keyakinan bahwa nilai hak siar Piala Dunia akan terus meningkat pada siklus berikutnya.
(Rahmat Fiansyah)