“Memang tantangannya cukup lumayan terutama yang overhaul, yang kunjungan jarak jauh memang ada faktor dari tiket lumayan. Tetapi di regional itu justru menunjukkan fenomena menarik juga, terutama di Malaysia. Malaysia tuh sekarang banyak banget yang datang ke Indonesia,” tambah dia.
Diketahui nilai tukar rupiah hari ini sendiri tengah melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Menurut data Refinitiv, kurs rupiah tergelincir hingga 0,20 persen ke Rp17.860 per dolar AS.
Maka dari itu, momentum tersebut terus didorong sebagai bagian dari optimalisasi industri pariwisata Indonesia di tengah dampak kondisi geopolitik dan ekonomi global.
“Ini yang lagi kita dorong ke sana. Memang dunia lagi seperti ini, ya, hampir semua agak-agak kurang. Kurang lancar, lah. Kurang traffic-nya. Memang ada kendala-kendala yang terkait, terutama terkait dengan harga minyak, avtur,” tutur Hariyadi.
Dengan berbagai upaya dan semangat tersebut, Hariyadi meyakini target jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada tahun ini mampu melampaui capaian tahun lalu.