sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Maskapai Penerbangan Hadapi Dilema Tarif di Tengah Lonjakan Harga Bahan Bakar

Ecotainment editor Tim IDXChannel
05/04/2026 12:45 WIB
Maskapai penerbangan di berbagai negara mulai menaikkan tarif untuk mengatasi lonjakan harga minyak yang tiba-tiba.
Maskapai Penerbangan Hadapi Dilema Tarif di Tengah Lonjakan Harga Bahan Bakar. (Foto: Freepik)
Maskapai Penerbangan Hadapi Dilema Tarif di Tengah Lonjakan Harga Bahan Bakar. (Foto: Freepik)

Tahun lalu, industri penerbangan melaporkan rekor lalu lintas penumpang global yang mencapai sekitar 9 persen di atas level pra-pandemi, bahkan di tengah tantangan rantai pasokan yang terus berlanjut yang memengaruhi pengiriman pesawat baru.

Namun, besarnya kenaikan yang dibutuhkan untuk menutupi lonjakan harga bahan bakar jet sangat besar pada saat konsumen berada di bawah tekanan dari biaya hidup yang lebih tinggi yang dapat membatasi pengeluaran diskresioner.

CEO United Airlines, Scott Kirby, mengatakan kepada ABC News baru-baru ini bahwa tarif perlu dinaikkan 20 persen agar maskapai dapat menutupi biaya bahan bakar yang lebih tinggi.

Cathay Pacific Airways Hong Kong telah menaikkan biaya tambahan bahan bakar dua kali dalam sebulan terakhir. Selain itu, perjalanan pulang pergi dari Sydney ke London akan dikenakan biaya tambahan bahan bakar sebesar USD800 (sekitar Rp13 juta).

Maskapai penerbangan berbiaya rendah mungkin akan paling kesulitan, mengingat penumpang mereka lebih sensitif terhadap harga daripada pelanggan korporat dan konsumen kaya.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement