Menghadapi kualitas udara yang buruk, memurnikan seluruh area rumah kerap kali sulit direalisasikan. Oleh karena itu, ia merekomendasikan strategi yang dapat diterapkan oleh setiap keluarga, yakni menciptakan ruang udara bersih atau Clean Air Room.
Konsep ini tidak menuntut pembenahan seluruh bagian rumah. Cukup fokus pada satu area khusus tempat anak paling banyak menghabiskan waktunya sehari-hari, seperti kamar tidur utama atau ruang bermain.
“Buat Clean Air Room di rumah. Tak harus seluruh rumah, pilih satu kamar tempat anak paling banyak berada atau tidur, tutup pintu dan jendela, HEPA air purifier sesuai luas ruangan, AC mode recirculate, bebaskan rumah dari rokok/vape dan sumber asap, jangan membakar sampah, kurangi masak berasap saat polusi berat,” jelasnya.
Dokter Ardi menekankan bahwa esensi dari strategi ini sangat sederhana namun berdampak besar bagi pertahanan tubuh anak. “Targetnya sederhana, satu tempat di rumah di mana anak bisa bernapas dengan udara lebih bersih,” tambah dr. Ardi.
Perlindungan anak tidak boleh berhenti di ambang pintu rumah. Menurutnya, sekolah sebagai tempat anak belajar dan berinteraksi juga memiliki tanggung jawab besar dalam memitigasi risiko kabut asap.