sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Masker Tak Cukup untuk Hadapi Kabut Asap Karhutla, Ini Anjuran Dokter

Ecotainment editor Niko Prayoga
24/08/2026 10:04 WIB
Langkah konkrit paling krusial yang dibutuhkan anak-anak saat ini adalah pembatasan paparan fisik secara langsung dari sumber asap itu sendiri.
Masker Tak Cukup untuk Hadapi Kabut Asap Karhutla, Ini Anjuran Dokter. (Foto: Instagram/ardisantoso)
Masker Tak Cukup untuk Hadapi Kabut Asap Karhutla, Ini Anjuran Dokter. (Foto: Instagram/ardisantoso)

“Cukup Bagi-Bagi Masker? Tidak. Masker hanya salah satu lapisan perlindungan. WHO, bila harus keluar, gunakan respirator filtrasi tinggi (mis. N95) yang ukurannya pas & menempel rapat. Pada anak kecil, ukuran sering tidak pas perlindungannya bisa jauh berkurang. Masker kain, bandana, kain basah tidak dapat diandalkan menahan partikel asap. Udara bersih tetap lebih penting daripada sekadar memakai masker,” bebernya.

Berdasarkan panduan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), respirator filtrasi tinggi umumnya dirancang berdasarkan anatomi orang dewasa. Anak berusia di atas 2 tahun diperbolehkan memakai respirator jika ukurannya pas secara presisi. Namun, jangan sekali-kali merasa aman keluar rumah hanya karena anak sudah dipasangkan masker.

“Bagaimana dengan bayi & balita? Pada anak sangat kecil, respirator sering tidak punya ukuran & seal yang baik. CDC: anak ≥2 tahun boleh respirator bila benar-benar cocok tapi respirator NIOSH umumnya dirancang untuk dewasa. Jangan berpikir sudah pakai masker, berarti boleh lama di luar. Perhitungan terbaik: jauhkan anak dari asap,” lanjut dr. Ardi.

Melihat kompleksitas masalah perlindungan pernapasan anak ini, dr. Ardi berharap agar donasi yang diberikan tidak hanya sekedar masker, tetapi juga alat pendukung pembuatan ruang udara bersih secara kolektif maupun individual.

“Apa yang Paling Bermanfaat Didonasikan? HEPA Air Purifier untuk rumah rentan, sekolah, PAUD & posko anak, filter HEPA Cadangan agar purifier terus bekerja optimal, monitor PM2.5 supaya keputusan berdasar data, bukan tebal-tipis asap, respirator filtrasi tinggi untuk anak yang memang harus keluar. Bukan sekadar donasi masker kita perlu mendonasikan udara yang lebih bersih,” pungkasnya.


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3 4 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement