Na Willa menghadirkan dunia anak penuh imajinasi dan keajaiban. Cerita mengajak penonton melihat kembali dunia dari sudut pandang anak yang penuh dengan perspektif unik, rasa ingin tahu yang tulus, dan menyentuh.
Di balik layar, sutradara Ryan Adriandhy menghadirkan kisah sederhana namun bermakna. Ia mengadaptasi novel karya Reda Gaudiamo dengan pendekatan emosional. Dunia warna-warni berpadu dengan detail kecil yang terasa hidup.
Penonton dewasa seakan diajak kembali ke masa kanak-kanak. Sementara itu, anak-anak menemukan cermin imajinasi mereka sendiri. Narasi pun mengalir lembut tanpa kehilangan kekuatan cerita.
Kisah berpusat pada Na Willa, gadis enam tahun yang penuh imajinasi. Ia percaya gang kecil tempat tinggalnya menyimpan banyak keajaiban. Namun, perubahan datang saat teman-temannya mulai bersekolah.
Perlahan, dunianya ikut berubah mengikuti realitas baru. Di titik ini, Na Willa belajar tentang bertumbuh dan merelakan. Meski demikian, rasa ingin tahu tetap ia jaga.