AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

ProtonMail Asal Swiss Klaim Lebih Aman daripada Gmail

ECOTAINMENT
Fikri Kurniawan
Kamis, 15 April 2021 09:32 WIB
Email yang umum digunakan masyarakat saat ini biasanya Gmail, Yahoo, dan Outlook. Belum banyak yang mengetahui email seperti ProtonMail.
ProtonMail Asal Swiss Klaim Lebih Aman daripada Gmail (FOTO: ProtonMail)
ProtonMail Asal Swiss Klaim Lebih Aman daripada Gmail (FOTO: ProtonMail)

IDXChannel - Email yang umum digunakan masyarakat saat ini biasanya Gmail, Yahoo, dan Outlook. Belum banyak yang mengetahui email seperti ProtonMail. Perusahaan yang berbasis di Swiss itu mengklaim layanannya lebih baik daripada Gmail.

Dikutip dari email resmi yang dikirim ProtonMail kepada penggunanya, Kamis (15/4/2021), ProtonMail menjelaskan bahwa layanannya dibuat untuk membantu membangun internet yang lebih bebas dan terbuka. Email ini hadir sebagai alternatif Gmail, yang diklaim lebih bagus bagi orang-orang yang menghargai privasi dan keamanan.

Didirikan oleh para ilmuwan yang bertemu di CERN, layanan ProtonMail melindungi semua pesan dengan enkripsi ujung ke ujung dan enkripsi akses nol, untuk memastikan tidak ada yang dapat mengakses konten email pengguna.

"Sebagai layanan email paling aman dan berfokus pada privasi yang paling populer di dunia, etos dan model bisnis kami sangat berbeda dari layanan email seperti Gmail, yang memindai kotak masuk pengguna dan menghasilkan uang dari iklan," tulis ProtonMail.

Selain itu, pihaknya juga mengaku tidak pernah memata-matai email pengguna, dan layanannya bebas dari iklan. ProtonMail juga dengan lantang mengatakan bahwa raksasa teknologi seperti Google, Twitter, dan Facebook meraup keuntungan dari invasi privasi pengguna.

"Mereka juga melakukan kontrol yang mengkhawatirkan atas internet. Hingga 2017, Google memindai semua email yang dikirim ke atau dari pengguna Gmail untuk membantu membuat profil terperinci dari penggunanya yang memungkinkan Google menargetkan mereka dengan iklan yang sangat dipersonalisasi," jelasnya.

Menurut ProtonMail, meski telah berjanji untuk menghentikan praktik ini, tetapi nyatanya Google terus memindai email sehingga dapat menawarkan fitur seperti Smart Labels dan menambahkan detail agenda ke Google Kalender dan memperdagangkan privasi untuk kenyamanan.

"Google juga memindai semua tanda terima yang Anda terima di Gmail dan menyimpan datanya selama bertahun-tahun, meskipun pembelian Anda bukan dari Google," imbuh perusahaan.

Tidak seperti Gmail, ProtonMail mengklaim dari awal dibuat sudah mengusung privasi dan bukan pengumpulan data sebagai fokus utama. Ini dimulai dengan penggunaan enkripsi kuat untuk memastikan tidak ada yang dapat mengakses pesan atau menyalahgunakannya untuk tujuan periklanan.

ProtonMail juga mengklaim tidak dapat memata-matai email meskipun menginginkannya. Perusahaan meminimalkan pengumpulan metadata, misalnya, dengan menonaktifkan pencatatan IP secara default.

Selain itu, tidak ada informasi pribadi yang diperlukan untuk membuat akun gratis. Sebagai penyedia email yang berbasis di Swiss, data pengguna dilindungi oleh undang-undang privasi Swiss yang kuat.

Hal ini membuat perusahaan tidak mungkin untuk membagikan data sedikit apapun yang dimiliki dari negara asing tanpa perintah dari otoritas Swiss. "Kebijakan Privasi kami singkat, lugas, dan mudah dipahami," kata ProtonMail. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD