AALI
12125
ABBA
186
ABDA
6250
ABMM
3010
ACES
980
ACST
159
ACST-R
0
ADES
5850
ADHI
685
ADMF
8050
ADMG
180
ADRO
3100
AGAR
330
AGII
1975
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
125
AHAP
62
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
156
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
1015
AKSI
350
ALDO
895
ALKA
294
ALMI
290
ALTO
196
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
540.53
-0.5%
-2.74
IHSG
6876.69
-0.54%
-37.45
LQ45
1011.67
-0.42%
-4.27
HSI
20226.65
0.57%
+114.55
N225
26779.81
0.12%
+31.67
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
876,842 / gram

Roket SpaceX Milik Elon Musk Bakal Hantam Bulan, Ini Penyebabnya

ECOTAINMENT
Intan Rakhmayanti
Jum'at, 28 Januari 2022 18:30 WIB
Sebuah roket SpaceX berada di jalur tabrakan dengan Bulan setelah menghabiskan hampir tujuh tahun meluncur di luar angkasa.
Sebuah roket SpaceX berada di jalur tabrakan dengan Bulan setelah menghabiskan hampir tujuh tahun meluncur di luar angkasa. (Foto: MNc Media)
Sebuah roket SpaceX berada di jalur tabrakan dengan Bulan setelah menghabiskan hampir tujuh tahun meluncur di luar angkasa. (Foto: MNc Media)

IDXChannel - Sebuah roket SpaceX berada di jalur tabrakan dengan Bulan setelah menghabiskan hampir tujuh tahun meluncur di luar angkasa.

Menurut perhitungan para ahli, tabrakan tersebut bisa terjadi dalam hitungan minggu, demikian dikutip dari BBC, Jumat (28/1).

Pengamat luar angkasa telah memperkirakan bahwa roket akan menghantam sisi jauh Bulan, dekat khatulistiwa, pada 4 Maret 2022.

Booster Falcon 9 awalnya diluncurkan dari Florida pada Februari 2015 lalu sebagai bagian dari pengamatan iklim 1,5 juta kilometer dari Bumi. Tapi karena kehabisan bahan bakar, roket seberat 4,4 ton melayang bebas mengelilingi ruang dalam orbit yang kacau.

Roket tersebut sekarang disebut sebagai sampah luar angkasa, sebutan bagi benda-benda yang tinggal tak berfungsi di luar angkasa.

Roket itu kabarnya sedang dilacak oleh para astronom, termasuk Bill Gray - seorang analis data yang melacak objek dekat Bumi.

Dia mengatakan itu adalah kasus pertama yang tidak disengaja dari sampah luar angkasa yang menabrak Bulan.

Lokasi tabrakan roket SpaceX yang pasti masih sulit ditentukan karena berbagai faktor. Terkait apakah tabrakan roket ini akan bisa diamati dari Bumi, Gray mengatakan kemungkinan besar tidak akan bisa.

"Sebagian besar Bulan menghalangi, dan bahkan jika berada di sisi dekat, dampaknya terjadi beberapa hari setelah Bulan Baru," katanya.

Sedangkan Jonathan McDowell seorang ahli astrofisika dari Harvard University, mengonfirmasi fenomena unik ini. McDowell mengatakan tabrakan ini memang menarik tapi tak perlu khawatir soal dampaknya.

Meski begitu, pengamat luar angkasa meyakini tabrakan ini akan menyediakan banyak data berharga. Dampak dari tabrakan ini kemungkinan besar akan menciptakan kawah baru di permukaan Bulan. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD