AALI
9650
ABBA
248
ABDA
0
ABMM
2350
ACES
785
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7125
ADHI
800
ADMF
8050
ADMG
175
ADRO
2870
AGAR
320
AGII
2080
AGRO
700
AGRO-R
0
AGRS
121
AHAP
57
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
150
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1500
AKRA
1035
AKSI
294
ALDO
875
ALKA
296
ALMI
306
ALTO
202
Market Watch
Last updated : 2022/06/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
531.18
-1.2%
-6.43
IHSG
6942.35
-0.77%
-54.11
LQ45
995.71
-1.18%
-11.93
HSI
21996.89
-1.88%
-422.08
N225
26804.60
-0.91%
-244.87
NYSE
14667.32
-1.13%
-167.98
Kurs
HKD/IDR 1,890
USD/IDR 14,848
Emas
867,193 / gram

Sandiaga Uno: AVPN 2022 di Bali Bukti Kesiapan Indonesia Jadi Tuan Rumah Berbagai Event

ECOTAINMENT
Yulistyo Pratomo
Sabtu, 18 Juni 2022 13:01 WIB
Sandiaga Salahuddin Uno berharap penyelenggaraan Asian Venture Philanthropy Network (AVPN) Conference di Bali jadi bukti keseiapan Indonesia.
Sandiaga Uno: AVPN 2022 di Bali Bukti Kesiapan Indonesia Jadi Tuan Rumah Berbagai Event. (Foto: MNC Media)
Sandiaga Uno: AVPN 2022 di Bali Bukti Kesiapan Indonesia Jadi Tuan Rumah Berbagai Event. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/KaBaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno berharap penyelenggaraan Asian Venture Philanthropy Network (AVPN) Conference di Bali pada 21-24 Juni 2022 menjadi bukti kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah berbagai event hingga yang berskala dunia.

AVPN juga diharapkan mampu membantu meningkatkan pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, serta membuka kepercayaan dunia untuk melaksanakan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di Indonesia.
 
Menparkeraf Sandiaga Uno dalam pernyataanya di Jakarta, Jumat (17/6/2022) menjelaskan AVPN merupakan jaringan investasi sosial nomor satu di Asia dan berpusat di Singapura. Dengan diselenggarakan di Bali, tentu wisatawan mancanegara akan semakin merasa aman dan nyaman menggelar event-event lainnya di Tanah Air.
 
“Banyak event skala nasional maupun internasional yang akan kita dorong, di Bali, di Mandalika, dan sebagainya, tentunya ini akan meningkatkan awareness wisman, sehingga dapat menyalurkan program-program yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu sehingga menjadi penunjang kebangkitan ekonomi,” katanya.
 
Konferensi Global AVPN sendiri akan mempertemukan berbagai filantropis, investor, dan pembuat kebijakan terkemuka dunia untuk mengumumkan aliansi baru, meluncurkan potensi pendanaan  baru, dan membentuk kemitraan strategis untuk membantu negara-negara Asia mengatasi kekurangan pendanaan dalam memenuhi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (TPB/SDGs). 
 
Hasil dari pertemuan AVPN sendiri akan menjadi masukan bagi agenda utama KTT G20 sehingga memungkinkan diambilnya tindakan nyata untuk mengkatalisis sumber daya dan modal agar mendatangkan dampak yang lebih besar di Asia.
 
Dengan lebih dari 600 organisasi/perusahaan anggota yang tersebar di 33 negara, AVPN memiliki peran unik untuk menghubungkan pemimpin negara-negara di Asia guna mengkolaborasikan modal, bantuan teknis, dan pengaruh kebijakan mereka untuk mengkatalisis  modal yang dimiliki kantor, keluarga, yayasan, dan perusahaan-perusahaan di Asia.
 
AVPN Global Conference 2022 bertujuan untuk membuka pintu pendanaan yang dibutuhkan melalui inovasi seperti pendanaan campuran (blended finance) dan pendanaan gabungan. Konferensi ini menjadi penting karena berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang diperburuk oleh dampak COVID-19 dan perubahan iklim, serta mempengaruhi mata pencaharian perempuan dan memperlebar ketimpangan. 
 
Di sisi lain, negara-negara di Asia seperti Indonesia mengalami percepatan eksponensial dan segera menuju 5 besar ekonomi dunia, di tengah upaya India mendorong banyak perkotaan dengan pertumbuhan tercepat di dunia, sementara China sudah berhasil mengangkat lebih dari 770 juta orang keluar dari kemiskinan sejak 1990. 
 
Melihat dua perbandingan di atas  dan kesenjangan pasar yang besar pada sektor-sektor yang sedang booming seperti energi terbarukan dan perawatan kesehatan di Asia Pasifik, ini diharapkan bisa menciptakan peluang yang tak tertandingi bagi investor sosial di Asia. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD