Penggunaan kamera film IMAX juga memungkinkan setiap lanskap, adegan laga, dan detail visual tampil lebih nyata. Alhasil, skala petualangan yang dibangun terasa semakin megah di layar lebar.
Cerita film berpusat pada perjuangan Odysseus, Raja Ithaka, yang berusaha pulang setelah Perang Troya berakhir. Perjalanan itu berubah menjadi pengembaraan selama sepuluh tahun yang penuh bahaya. Ia menghadapi amukan laut, campur tangan para dewa, serta makhluk-makhluk dalam mitologi Yunani.
Odysseus juga harus melawan Cyclops Polyphemus, godaan Siren, sihir Circe, hingga Calypso yang berusaha menahannya. Setiap rintangan menguji keberanian, kecerdikan, sekaligus tekadnya untuk kembali kepada keluarga.
Sementara itu, Penelope tetap mempertahankan Kerajaan Ithaka ketika banyak pelamar berusaha merebut takhta. Putra mereka, Telemachus, memilih mencari jejak sang ayah daripada terus menunggu kepastian.
Nolan kemudian merangkai kisah klasik tersebut menjadi perpaduan petualangan, peperangan, drama keluarga, dan pergulatan manusia melawan takdir. Pendekatan itu membuat cerita berusia ribuan tahun terasa lebih dekat dengan penonton masa kini. Kemegahan visualnya berjalan seimbang dengan kedalaman emosi para tokohnya.