"Hingga Juli 2026, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 8,98 juta atau tumbuh 5,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Devisa yang dihasilkan sangat besar, mencapai USD8,43 miliar atau Rp140,95 triliun pada semester I-2026," kata Widiyanti saat Konferensi Pers WITF, Rabu (23/9/2026).
Dia menjelaskan bahwa pemerintah saat ini terus berfokus pada pengembangan quality tourism guna meningkatkan kualitas produk dan pengalaman wisata yang mendorong nilai pengeluaran wisatawan. Salah satu langkah konkretnya yakni melalui pengembangan marine tourism seperti yacht, cruise, dan diving.
"Jadi yang kita dorong bukan hanya bagaimana mendatangkan wisatawan, tetapi bagaimana menghubungkan produk yang kita miliki dengan pasar yang tepat, meningkatkan kualitas produk, pada akhirnya meningkatkan nilai ekonomi dari setiap kunjungan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat Indonesia," ujar dia.
Untuk memperkuat dampak ekonomi tersebut, Kemenpar bakal kembali menghadirkan Booth Wonderful Indonesia serta memfasilitasi program familiarization trip (fam trip). Program mega fam trip ini menargetkan 30 peserta dari deretan pasar potensial, mencakup Amerika Serikat, Eropa, Arab Saudi, Oman, Bahrain, Uni Emirat Arab, hingga Ethiopia.
Dukungan penuh dari pihak industri juga disuarakan oleh Ketua Umum GIPI, Hariyadi B.S. Sukamdani. Ia menyampaikan bahwa keberlanjutan promosi pariwisata Indonesia merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan pelaku usaha. Dalam pameran ini, pihaknya menargetkan kehadiran 300 buyer internasional dari 35 negara.