IDXChannel - Harga emas dunia dan logam mulia domestik diproyeksi masih bergerak fluktuatif pada perdagangan sepekan ke depan. Pelaku pasar diimbau mencermati potensi tekanan koreksi maupun ruang penguatan yang tecermin dari pergerakan harga penutupan akhir pekan.
Analis mata uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mencatat harga emas dunia pada penutupan perdagangan Sabtu pagi berada di level USD4.070 per troy ounce. Apabila mengalami tekanan pada awal pekan atau perdagangan Senin, harga emas diperkirakan bergerak melandai menuju USD4.021 per troy ounce.
“Dalam perdagangan minggu depan untuk emas dunia itu di level USD 3.955 sampai di USD4.269 per troy ounce,” ujar Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (8/11/2026).
Ibrahim menambahkan, dalam akumulasi perdagangan sepekan, harga emas dunia berpotensi terkoreksi hingga USD3.955 per troy ounce.
Namun, apabila berhasil memicu reli penguatan, harga emas diperkirakan sanggup menyentuh level resistance USD4.139 per troy ounce pada Senin.
Untuk pergerakan logam mulia di dalam negeri, Ibrahim mencatat harga emas Antam berada pada posisi Rp2.545.000 per gram pada penutupan perdagangan Sabtu pagi.
Jika mengalami penurunan, harga logam mulia diproyeksikan terkoreksi sebesar Rp10.000 menjadi Rp2.535.000 per gram, dengan batas bawah potensi koreksi sepekan mencapai Rp2.410.000 per gram.
Sebaliknya, jika pergerakan logam mulia mencatatkan kenaikan, level resistance pertama diperkirakan berada di posisi Rp2.550.000 per gram.
“Kalau seandainya menguat sampai di hari Sabtu pagi, itu di Rp 2.600.000 per gram,” ujar dia.
Ibrahim memperkirakan harga logam mulia akan bergerak dalam rentang Rp2.410.000 hingga Rp2.600.000 per gram pada perdagangan pekan depan.
Sepanjang sepekan terakhir (2–8 November 2026), pergerakan harga emas batangan bersertifikat Antam berdasarkan data resmi logammulia.com mencatatkan tren penguatan tipis.