IDXChannel - Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Iding Pardi mengungkapkan, kebiasaan masyarakat dalam berinvestasi emas telah mengalami pergeseran. Jika sebelumnya emas banyak dibeli dalam bentuk perhiasan, kini masyarakat, khususnya generasi muda, cenderung memilih emas batangan sebagai instrumen investasi.
"Kalau dulu mungkin banyak orang tua kita membeli emas sebagai perhiasan. Kita beli emas sekaligus nabung dalam bentuk perhiasan," kata Iding dalam acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026, Jakarta, Sabtu (7/11/2026).
"Seiring dengan berjalannya waktu, kebiasaan itu sudah bergeser. Mungkin teman-teman generasi muda, generasi milenial, sepertinya sudah gak menarik lagi punya perhiasan emas. Jadi emasnya ingin benar-benar investasi, belilah emas batangan," katanya.
Menurutnya, emas semakin diminati karena dikenal sebagai aset safe haven yang dapat menjadi pilihan investasi ketika terjadi krisis. Popularitas emas juga didukung perkembangan ekosistem bullion yang memungkinkan emas disimpan, diperjualbelikan, hingga diinvestasikan dalam bentuk digital.
Di sisi lain, perubahan perilaku masyarakat yang semakin terbiasa dengan layanan digital turut mendorong kebutuhan terhadap instrumen investasi yang lebih praktis.