sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kuartal I/2026, Laba Bersih BTN Melesat 22,6 Persen Menjadi Rp1,1 Triliun

Foto editor Yudistiro Pranoto
15/04/2026 19:04 WIB
BTN sukses mencatatkan pertumbuhan laba bersih mencapai 22,6% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp1,1 triliun per kuartal I/2026
BTN sukses mencatatkan pertumbuhan laba bersih mencapai 22,6% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp1,1 triliun per kuartal I/2026
BTN sukses mencatatkan pertumbuhan laba bersih mencapai 22,6% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp1,1 triliun per kuartal I/2026
BTN sukses mencatatkan pertumbuhan laba bersih mencapai 22,6% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp1,1 triliun per kuartal I/2026 BTN sukses mencatatkan pertumbuhan laba bersih mencapai 22,6% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp1,1 triliun per kuartal I/2026 BTN sukses mencatatkan pertumbuhan laba bersih mencapai 22,6% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp1,1 triliun per kuartal I/2026 BTN sukses mencatatkan pertumbuhan laba bersih mencapai 22,6% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp1,1 triliun per kuartal I/2026

IDXChannel - Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon LP Napitupulu (ketiga kiri) didampingi Direktur Risk Management Setiyo Wibowo (kiri), Direktur Finance & Strategy Nofry Rony Poetra (kedua kiri), Direktur Consumer Banking Hirwadi Gafar (kedua kanan), dan SEVP Digital Business Thomas Wahyudi (kanan) berbincang di sela Konferensi Pers Paparan Kinerja Kuartal I/2026 di Menara BTN, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

BTN sukses mencatatkan pertumbuhan laba bersih mencapai 22,6% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp1,1 triliun per kuartal I/2026 ditopang berbagai langkah transformasi, inovasi, serta dukungan solid Pemerintah untuk industri pembiayaan perumahan nasional. Sejalan dengan capaian tersebut, BTN juga terus menjalankan noble purpose dalam mendukung masyarakat memiliki rumah dengan menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mencapai 6 juta unit sejak 1976 hingga awal April 2026 atau senilai Rp530 triliun. Adapun, adanya keberpihakan Pemerintah pada sektor perumahan tersebut memiliki multiplier effect yang besar, tidak hanya bagi penghuni rumah tapi juga bagi perekonomian nasional. Dari sektor perumahan nasional tercatat bisa membuka peluang pekerjaan terhadap 12,5 juta orang di seluruh sektor terkait dan setiap tambahan capital injection sebesar Rp1 triliun di industri ini akan menambah keterlibatan tenaga kerja sebanyak 8.000 orang.

Advertisement
Advertisement