AALI
8100
ABBA
585
ABDA
0
ABMM
1135
ACES
1360
ACST
284
ACST-R
0
ADES
2320
ADHI
710
ADMF
7650
ADMG
226
ADRO
1345
AGAR
408
AGII
1570
AGRO
2610
AGRO-R
0
AGRS
374
AHAP
57
AIMS
416
AIMS-W
0
AISA
220
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
600
AKRA
3510
AKSI
472
ALDO
645
ALKA
230
ALMI
242
ALTO
304
Market Watch
Last updated : 2021/08/05 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
453.79
1.16%
+5.21
IHSG
6202.18
0.7%
+43.14
LQ45
852.58
1.08%
+9.12
HSI
26476.58
0.19%
+50.03
N225
27678.79
0.34%
+94.71
NYSE
16594.48
-0.71%
-118.98
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,310
Emas
832,863 / gram

Hasil Survei, Warganet Indonesia Paling Tidak Sopan se-Asia Tenggara

IDXTAINMENT
Fikri Kurniawan/Sindonews
Sabtu, 27 Februari 2021 20:00 WIB
Sebuah fakta mengejutkan datang dari Digital Civility Index yang dilakukan oleh Microsoft, di mana terungkap bahwa warganet asal Indonesia paling tidak sopan.
Hasil Survei, Warganet Indonesia Paling Tidak Sopan se-Asia Tenggara. (Foto MNC Media)

IDXChannel - Sebuah fakta mengejutkan datang dari Digital Civility Index (DCI) yang dilakukan oleh Microsoft, di mana terungkap bahwa warganet asal Indonesia paling tidak sopan se-Asia Tenggara. Hasil ini membuat Kementerian Komunikasi dan Informatika langsung membentuk Komite Etika Berinternet atau Net Ethics Committee (NEC).

Dalam survei tersebut, disebutkan tingkat digital civility atau kesopanan warganet Indonesia paling rendah se-Asia Tenggara. Dari 32 negara di dunia yang menjadi objek survei, Indonesia berada di posisi ke-29. Riset dilakukan pada April dan Mei 2020 terhadap 503 responden yang dibagi merata ke dalam kelompok usia remaja dan dewasa.

Indeks ini diukur dari persepsi warganet terhadap risiko yang mungkin didapatkan, seperti ujaran kebencian, perudungan siber (cyber bullying), pelecehan daring, penyebaran data pribadi, dan ancaman terhadap keberadaban atau kesopanan di ruang siber lainnya.

Menteri Kominfo, Johnny G. Plate, menjelaskan, tugas Komite Etika Berinternet salah satunya adalah merumuskan panduan praktis terkait budaya serta etika berinternet dan bermedia sosial.

"Landasannya pada asas kejujuran, penghargaan, kebajikan, kesantunan, serta penghormatan terhadap privasi individu lain dan data pribadi individu lain," tutur politikus partai Nasdem itu, di Jakarta, Jumat (26/2/2021).

Dengan adanya panduan praktis tersebut, Johnny berharap dapat mendorong peningkatan literasi digital. Artinya, kecakapan untuk menggunakan instrumen digital dan kemampuan merespon arus informasi digital dapat ditumbuh-kembangkan secara optimal.

Selain itu, komite juga akan mendorong pelaksanaan panduan praktis terkait budaya serta etika berinternet dan bermedia sosial, bersama dengan seluruh ekosistem multi-stakeholders.

Johnny menuturkan, NEC akan beranggotakan berbagai pemangku kepentingan yang berasal dari unsur, yakni Kementerian Kominfo, kementerian dan lembaga terkait, pegiat literasi digital, akademisi, tokoh masyarakat dan tokoh agama, kelompok kepemudaan, dunia usaha, serta pemangku kepentingan lain yang terkait. 

"Saat ini, Kementerian Kominfo tengah menyusun kelengkapan komite tersebut untuk dapat diinformasikan kepada masyarakat dalam waktu dekat," tandasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD