AALI
9800
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
785
ACES
1485
ACST
300
ACST-R
0
ADES
1685
ADHI
1105
ADMF
8175
ADMG
165
ADRO
1180
AGAR
436
AGII
1100
AGRO
995
AGRO-R
0
AGRS
308
AHAP
73
AIMS
366
AIMS-W
0
AISA
296
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
488
AKRA
3120
AKSI
800
ALDO
795
ALKA
244
ALMI
244
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/04/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
475.19
-1.04%
-5.00
IHSG
5993.24
-0.75%
-45.08
LQ45
892.79
-1.08%
-9.77
HSI
28621.92
-1.76%
-513.81
N225
28508.55
-2.03%
-591.83
NYSE
0.00
-100%
-16107.56
Kurs
HKD/IDR 1,867
USD/IDR 14,505
Emas
832,144 / gram

Ini Sebab Netizen RI Disebut Tidak Sopan dalam Survei Microsoft

ECONOMICS
Yulistyo Pratomo
Senin, 01 Maret 2021 08:00 WIB
Mircrosoft menempatkan warganet asal Indonesia berada di titik terendah soal kesopanan berinternet se-Asean.
Ini Sebab Netizen RI Disebut Tidak Sopan dalam Survei Microsoft

IDXChannel - Mircrosoft menempatkan warganet asal Indonesia berada di titik terendah soal kesopanan berinternet se-Asean. Penempatan itu berdasarkan hasil survei Digital Civility Index (DCI) 2020 terkait “Civility, Safety, and Interactions Online 2020”.

Temuan DCI 2020 ini bertujuan untuk mengukur tingkat kesopanan digital dari pengguna internet dunia saat berkomunikasi di dunia maya. Pelaksanaan survei ini sudah berlangsung sejak bulan April hingga Mei 2020.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan Indonesia berada di posisi terbawah, atau terburuk dibandingkan Thailand, Filipina, bahkan Malaysia. Faktor tersebut antara lain, hoaks dan penipuan. Keduanya menempati skornya tertinggi, yakni 47 persen.

Kemudian disusul dengan faktor ujaran kebencian yang berada pada angka 27 persen. Lalu faktor diskriminasi sebesar 13 persen. Di sisi lain, sebanyak 4 dari 10 responden mengaku bahwa tingkat kesopanan warganet Indonesia semakin membaik.

Microsoft mengungkapkan riset ini mencakup 9 wilayah Asia-Pasifik (APAC), yaitu Australia, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Namun, tidak memaparkan laporan DCI untuk negara Asia Tenggara lainnya.

Dalam studi tersebut, DCI mematok skor untuk mengetahui kadar kesopanan warganet dari segi usia dan wilayahnya. Semakin tinggi skor DCI, maka semakin buruk tingkat kesopananya.

Secara global, remaja berusia 13-16 tahun memiliki skor DCI sebanyak 63, sedangkan orang dewasa memiliki skor 72.

Berikut rincian skor untuk masing-masing negara di Asia Pasifik terkait kesopanan warganet:

1. Singapura, dengan skor DCI sebesar 59 poin
2. Malaysia, dengan skor DCI sebesar 63 poin
3. Filipina, dengan skor DCI sebesar 66 poin
4. Thailand, dengan skor DCI sebesar 69 poin
5. Vietnam, dengan skor DCI sebesar 72 poin
6. Indonesia, dengan skor DCI sebesar 76 poin.

(TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD