AALI
9850
ABBA
228
ABDA
0
ABMM
755
ACES
1470
ACST
282
ACST-R
0
ADES
1695
ADHI
1165
ADMF
8125
ADMG
172
ADRO
1200
AGAR
428
AGII
1115
AGRO
930
AGRO-R
0
AGRS
456
AHAP
73
AIMS
458
AIMS-W
0
AISA
278
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3330
AKSI
0
ALDO
885
ALKA
234
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/05/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
472.98
-0.14%
-0.66
IHSG
5968.12
-0.13%
-7.80
LQ45
889.44
-0.11%
-0.98
HSI
28515.76
0.34%
+97.78
N225
29391.19
2.01%
+578.56
NYSE
16348.41
0.36%
+59.14
Kurs
HKD/IDR 1,856
USD/IDR 14,435
Emas
829,817 / gram

Soto Khas Semarang, Makanan Favorit Sri Mulyani Sejak Kecil

IDXTAINMENT
Kunthi Fahmar Sandy
Sabtu, 27 Maret 2021 06:41 WIB
Kuliner menjadi branding yang mengangkat nama sebuah wilayah.
Soto Khas Semarang, Makanan Favorit Sri Mulyani Sejak Kecil (FOTO: IG Sri Mulyani)


IDXChannel - Setiap daerah punya kuliner yang khas dan menjadi daya tarik tersendiri, baik karena cita rasanya maupun kenangan khusus. Tidak jarang, kuliner bahkan menjadi branding yang mengangkat nama sebuah wilayah.

Begitu caption foto yang diunggah Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam akun instagram @smindrawati.

"Sore hari sebelum kembali ke Jakarta kemarin, saya menyempatkan diri mampir menikmati soto khas Semarang di salah satu tempat kuliner. Soto ini khas sekali karena pernak-perniknya yang banyak dan enak, seperti perkedel, tempe, dan sate kerang," tulis dia.

Dia mengatakan, soto merupakan makanan yang disukai semenjak kecil. "Tidak hanya karena soto Semarang merupakan salah satu menu kuliner yang saya gemari sejak kecil, tapi menikmatinya bersama tim sambil ngobrol santai mengakhiri kegiatan kunjungan terasa menyenangkan," ucapnya.

Menurut dia, kekayaan ragam kuliner di tanah air patut dibanggakan dan dijadikan modal kuat untuk mengembangkan potensinya.

Bahkan, berdasarkan data Kemenparekraf, kuliner tercatat sebagai sub sektor penyumbang GDP terbesar dari ekonomi kreatif, yaitu rata-rata tiap tahun berkontribusi sekitar 42% dari total PDB ekonomi kreatif.

Dengan adanya pandemi Covid-19, tentu industri kuliner terkena dampaknya, knususnya mereka yang berada di daerah tujuan wisata yang tertekan karena penurunan jumlah wisatawan.

"Namun di sisi lain, perkembangan tren seperti platform aplikasi berbasis transportasi, media sosial sebagai market place merupakan peluang sekaligus tantangan khususnya bagi pelaku UMKM," papar Sri Mulyani.
(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD