AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Soto Khas Semarang, Makanan Favorit Sri Mulyani Sejak Kecil

IDXTAINMENT
Kunthi Fahmar Sandy
Sabtu, 27 Maret 2021 06:41 WIB
Kuliner menjadi branding yang mengangkat nama sebuah wilayah.
Soto Khas Semarang, Makanan Favorit Sri Mulyani Sejak Kecil (FOTO: IG Sri Mulyani)
Soto Khas Semarang, Makanan Favorit Sri Mulyani Sejak Kecil (FOTO: IG Sri Mulyani)


IDXChannel - Setiap daerah punya kuliner yang khas dan menjadi daya tarik tersendiri, baik karena cita rasanya maupun kenangan khusus. Tidak jarang, kuliner bahkan menjadi branding yang mengangkat nama sebuah wilayah.

Begitu caption foto yang diunggah Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam akun instagram @smindrawati.

"Sore hari sebelum kembali ke Jakarta kemarin, saya menyempatkan diri mampir menikmati soto khas Semarang di salah satu tempat kuliner. Soto ini khas sekali karena pernak-perniknya yang banyak dan enak, seperti perkedel, tempe, dan sate kerang," tulis dia.

Dia mengatakan, soto merupakan makanan yang disukai semenjak kecil. "Tidak hanya karena soto Semarang merupakan salah satu menu kuliner yang saya gemari sejak kecil, tapi menikmatinya bersama tim sambil ngobrol santai mengakhiri kegiatan kunjungan terasa menyenangkan," ucapnya.

Menurut dia, kekayaan ragam kuliner di tanah air patut dibanggakan dan dijadikan modal kuat untuk mengembangkan potensinya.

Bahkan, berdasarkan data Kemenparekraf, kuliner tercatat sebagai sub sektor penyumbang GDP terbesar dari ekonomi kreatif, yaitu rata-rata tiap tahun berkontribusi sekitar 42% dari total PDB ekonomi kreatif.

Dengan adanya pandemi Covid-19, tentu industri kuliner terkena dampaknya, knususnya mereka yang berada di daerah tujuan wisata yang tertekan karena penurunan jumlah wisatawan.

"Namun di sisi lain, perkembangan tren seperti platform aplikasi berbasis transportasi, media sosial sebagai market place merupakan peluang sekaligus tantangan khususnya bagi pelaku UMKM," papar Sri Mulyani.
(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD