AALI
8125
ABBA
585
ABDA
0
ABMM
1300
ACES
1295
ACST
260
ACST-R
0
ADES
2380
ADHI
720
ADMF
7575
ADMG
222
ADRO
1265
AGAR
400
AGII
1705
AGRO
2840
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
59
AIMS
426
AIMS-W
0
AISA
218
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
620
AKRA
3530
AKSI
440
ALDO
620
ALKA
232
ALMI
256
ALTO
308
Market Watch
Last updated : 2021/07/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
443.94
-0.82%
-3.69
IHSG
6092.66
-0.07%
-4.39
LQ45
831.55
-0.75%
-6.27
HSI
25113.94
0.11%
+27.51
N225
27620.68
-1.25%
-349.54
NYSE
16520.96
-0.27%
-44.35
Kurs
HKD/IDR 1,860
USD/IDR 14,485
Emas
840,417 / gram

Soto Khas Semarang, Makanan Favorit Sri Mulyani Sejak Kecil

IDXTAINMENT
Kunthi Fahmar Sandy
Sabtu, 27 Maret 2021 06:41 WIB
Kuliner menjadi branding yang mengangkat nama sebuah wilayah.
Soto Khas Semarang, Makanan Favorit Sri Mulyani Sejak Kecil (FOTO: IG Sri Mulyani)


IDXChannel - Setiap daerah punya kuliner yang khas dan menjadi daya tarik tersendiri, baik karena cita rasanya maupun kenangan khusus. Tidak jarang, kuliner bahkan menjadi branding yang mengangkat nama sebuah wilayah.

Begitu caption foto yang diunggah Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam akun instagram @smindrawati.

"Sore hari sebelum kembali ke Jakarta kemarin, saya menyempatkan diri mampir menikmati soto khas Semarang di salah satu tempat kuliner. Soto ini khas sekali karena pernak-perniknya yang banyak dan enak, seperti perkedel, tempe, dan sate kerang," tulis dia.

Dia mengatakan, soto merupakan makanan yang disukai semenjak kecil. "Tidak hanya karena soto Semarang merupakan salah satu menu kuliner yang saya gemari sejak kecil, tapi menikmatinya bersama tim sambil ngobrol santai mengakhiri kegiatan kunjungan terasa menyenangkan," ucapnya.

Menurut dia, kekayaan ragam kuliner di tanah air patut dibanggakan dan dijadikan modal kuat untuk mengembangkan potensinya.

Bahkan, berdasarkan data Kemenparekraf, kuliner tercatat sebagai sub sektor penyumbang GDP terbesar dari ekonomi kreatif, yaitu rata-rata tiap tahun berkontribusi sekitar 42% dari total PDB ekonomi kreatif.

Dengan adanya pandemi Covid-19, tentu industri kuliner terkena dampaknya, knususnya mereka yang berada di daerah tujuan wisata yang tertekan karena penurunan jumlah wisatawan.

"Namun di sisi lain, perkembangan tren seperti platform aplikasi berbasis transportasi, media sosial sebagai market place merupakan peluang sekaligus tantangan khususnya bagi pelaku UMKM," papar Sri Mulyani.
(SANDY)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD