AALI
9950
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1515
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1675
ADHI
1065
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1185
AGAR
448
AGII
1190
AGRO
1005
AGRO-R
0
AGRS
320
AHAP
77
AIMS
284
AIMS-W
0
AISA
288
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
456
AKRA
3130
AKSI
800
ALDO
675
ALKA
238
ALMI
226
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/04/16 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
483.36
-0.1%
-0.50
IHSG
6086.26
0.11%
+6.76
LQ45
907.67
-0.08%
-0.77
HSI
28969.71
0.61%
+176.57
N225
29642.69
0.07%
+21.70
NYSE
16116.85
0.73%
+116.70
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,643
Emas
831,440 / gram

Banting Setir Jual Masker, UKM Ini Sekarang Punya Omzet Rp80 Juta/Bulan

INSPIRATOR
Michelle N/Sindonews
Senin, 01 Maret 2021 15:29 WIB
Akibat pandemi Covid-19, hampir membuat usaha fasion Erwin Ariadi gulung tikar.
Banting Setir Jual Masker, UKM Ini Sekarang Punya Omzet Rp80 Juta/Bulan (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Akibat pandemi Covid-19, hampir membuat usaha fasion Erwin Ariadi gulung tikar. Namun, setelah banting setir jualan masker, usaha kecil menengah (UKM) miliknya bergairah lagi dan sekarang memiliki omzet Rp80 juta per bulan.

Erwin yang merupakan pemilik UMK Saqilla Design yang bergerak dibidang fashion ini harus memutar otak agar usahanya dapat terus bertahan. “Kami berpikir bagaimana caranya ikut mencegah penyebaran virus tapi usaha saya dapat terus berjalan. Buat masker solusinya,” ujar dia pada Minggu(28/2/2021).

Dengan kreativitas yang dimiliki, Erwin tidak hanya menghasilkan masker yang sesuai aturan, namun dengan tampilan yang menarik. Yakni masker yang dipadukan dengan motif kain jumputan khas Palembang. Tak ayal, permintaan masker kain produknya pun lambat laun makin bertambah. “Kami pernah mendapatkan pesanan masker sebanyak 10 ribu, dan bahkan hingga 20 ribu potong masker kain,” imbuhnya. Hal ini membuat usahanya pun kembali bangkit dan seketika menjadi UMKM naik kelas. 

Beberapa karyawannya kini bisa kembali bekerja. Dia menyebutkan, saat ini ada sembilan karyawan yang berposisi sebagai penjahit masker. Jika memang ada kelebihan permintaan, Erwin memutuskan untuk menjalin kerja sama kemitraan dengan pengusaha penjahit lain yang kebetulan sedang lowong. 

Hal ini pun membawa efek domino di mana ia dapat menyelamatkan usahanya sendiri dan ikut membantu orang lain. Sebagai bentuk implementasi ESG dibidang sosial dan SDGs poin ke-8 yakni menyediakan pekerjaan yang layak dan mendukung pertumbuhan ekonomi. 

Sejak bergabung menjadi mitra binaan Pertamina pada 2018 silam, banyak perubahan yang ia rasakan. Seperti adanya penambahan karyawan yang semula hanya 1 orang, hingga omzet yang naik menjadi Rp80 juta perbulannya. Untuk pemasaran, Erwin mengandalkan penjualan butik di Jalan Merdeka No. 3C Palembang. Serta pemasaran secara digital melalui website https://saqilla.business.site/. 

Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto menambahkan, Pertamina mengapresiasi langkah kreatif yang dilakukan Erwin. Menurutnya, Pertamina akan terus mendukung dan membina UMK tersebut hingga terus naik kelas. “Pertamina akan membantu hingga produk budaya bangsa ini bisa go internasional dan dikenal masyarakat dunia, melalui pameran dan upaya penjualan ke luar negeri atau ekspor,” tutupnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD