AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,305
Emas
837,746 / gram

Begini Menggali Cuan dari Bisnis Daun Kelor

INSPIRATOR
Anggie Ariesta
Rabu, 08 Desember 2021 10:00 WIB
Tanaman dengan nama latin Moringa oleifera ini ternyata punya segudang manfaat, salah satunya guna menjaga imunitas tubuh.
Begini Menggali Cuan dari Bisnis Daun Kelor. (Foto: MNC Media)
Begini Menggali Cuan dari Bisnis Daun Kelor. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Tanaman dengan nama latin Moringa oleifera ini ternyata punya segudang manfaat, salah satunya guna menjaga imunitas tubuh. Tak hanya itu, banyak kegunaan lainnya yang bisa mendatangkan cuan bagi orang yang bergerak di bisnis ini.

Founder Rumah Kelor, Felix Bram Samora mengatakan, potensi bisnis dari Daun Kelor sangat menarik. Apalagi, Daun Kelor beberapa tahun belakangan sudah banyak diteliti oleh global.

"Sebetulnya tanaman ini sudah banyak diteliti di luar negeri dan mungkin kalau di Indonesia baru sekitar 3-4 tahun belakangan ini baru orang banyak mengenal kelor ini ya, dan kalau bicara potensi (bisnis) tentu kita tahu bahwa saat ini kita berada dalam pandemi dan potensi produk kesehatan tidak hanya kelor tentu sangat meningkat 2 tahun belakangan ini dan memang secara data permintaan global sangat meningkat, jadi potensinya sangat luar biasa sekali," ujar Felix dalam Power Breakfast IDX, Rabu (8/12/2021).

Dari Rumah Kelor sendiri, kata Felix, selama pandemi permintaan meningkat sampai 30 - 40 persen year on year (yoy).

"Jadi mungkin karena ada persaingan juga dalam dunia produk kesehatan, tapi saya yakin sih untuk permintaan global untuk Daun Kelor ini lebih dari itu, kalau internal kami meningkat sebanyak 30 persen," katanya.

Felix mengatakan edukasi Daun Kelor ini menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaannya. Sebab, Daun Kelor di Indonesia belum banyak dikenal, malah masyarakat mengenal tanaman tersebut berhubungan dengan hal mistis.

"Karena kalau di Pulau Jawa kan ada kepercayaan Kelor ini adalah tanaman mistis, khususnya ngusir setan lah untuk melunturkan susuk lah, nah jadi memang perlu edukasi lebih untuk tanaman Kelor ini lebih dikenal dari sisi kesehatannya, manfaat kesehatan yang banyak sekali, masa udah 2021 masih percaya hal-hal mistis seperti itu," jelasnya.

Daun Kelor sendiri menurut Feli bisa diolah jadi apapun. Rumah Kelor mengolah tanaman ini menjadi teh celup, teh tubruk, dalam kapsul dan powder atau serbuk juga.

"Sebenarnya kelor ini selain bermanfaat untuk dikonsumsi, dia mempunyai manfaat juga dalam bentuk kosmetik dalam bentuk sabun, body soap nah itu sebetulnya juga manfaatnya yang luar biasa," kata Felix

Rumah Kelor juga melibatkan masyarakat sekitar kabupaten Blora, Jawa Tengah. Menurut Felix, Blora dengan desa Ngawenombo menjadi pilihan karena bisa mengajak para ibu-ibu tua yang sudah tidak produktif untuk membantu dalam sesi rorot Daun Kelor itu.

Target kedepannya untuk Rumah Kelor adalah ingin menambah kebun, kapasitas produksi, karena Felix melihat tren kedepan permintaan semakin tinggi dan itu karena pasar ekspor belum mencukupi.

"Jadi ya harapannya kita dapat memperluas produksi dan tentunya dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi, berdampak lebih luas lagi," tutup dia. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD