AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,835
USD/IDR 14,305
Emas
837,181 / gram

Berpengaruh di Dunia, Intip Perjalanan Karier Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati

INSPIRATOR
Shifa Nurhaliza
Jum'at, 10 Desember 2021 11:43 WIB
Perjalanan karier Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati membuat banyak wanita di Indonesia terinspirasi oleh kegigihannya.
Berpengaruh di Dunia, Intip Perjalanan Karier Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. (Foto: Perjalanan Karier Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati)
Berpengaruh di Dunia, Intip Perjalanan Karier Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. (Foto: Perjalanan Karier Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati)

IDXChannel – Perjalanan karier Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati membuat banyak wanita di Indonesia terinspirasi oleh kegigihannya. Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) dan Indonesia Investment Authority meninjau potensi kemitraan strategis investasi di sektor energi juga energi terbarukan yang telah dijalankan Pertamina demi mewujudkan ketahanan energi dan menggerakkan ekonomi nasional.

Baru-baru ini, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati kembali masuk dalam daftar 100 perempuan paling berpengaruh di dunia atau Most Powerful Women International versi Majalah Fortune. Diantara CEO Global lainnya, Nicke terpilih untuk menempati peringkat ke-17. Nicke mengalahkan peringkat dari CEO Global di antaranya, President Global Foods & Refreshment Unilever Hanneke Faber, CEO P&G Alexandra Keith, hingga CEO OCBC NISP Helen Wong.

Mengutip berbagai sumber, Jumat (10/12/2021), Majalah Fortune Internasional mengatakan bahwa prestasi Nicke Widyawati sebagai wanita yang memimpin perusahaan energi tertinggi di Indonesia dan berhasil membuktikan kemampuannya dengan melewati tiga tantangan yakni jatuhnya harga minyak, penurunan permintaan bahan bakar hingga tekanan nilai tukar yang dialami Pertamina sepanjang pandemi di 2020. 

Majalah Fortune menilai, adanya tiga faktor tersebut membuat penurunan terhadap pendapatan dan laba Pertamina. Dengan adanya Nicke sebagai pemimpin Pertamina, di paruh pertama 2021 Pertamina kembali menunjukkan kondisi yang lebih baik dengan mencapai target produksi Migas. 

Perjalanan karir Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati berawal pada saat Nicke bekerja sambil kuliah di usia yang ke 21 tahun di Bank Duta cabang Bandung. Nicke juga diketahui sempat bergabung di PT Rekayasa Industri, dan juga sempat terlibat dalam beberapa proyek yang bekerja sama dengan Pupuk Sriwijaya di Palembang, Lhokseumawe, Cilegon, hingga Malaysia.

Tak hanya itu, Nicke juga sempat bergabung dengan BUMN bidang kelistrikan yakni di PT Mega Eltra dan menjabat sebagai Direktur Utama. Pada 2014, Nicke Widyawati juga bergabung bersama PT PLN sebagai Direktur Pengadaan Strategis I.

Awal karir Nicke Widyawati di Pertamina yakni menjabat sebagai Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan pelaksana tugas Direktur Logistik, Rantai Pasokan, dan Infrastruktur pada 2017. Tak lama kemudian, Nicke ditugaskan sebagai pelaksana Direktur pelaksana, Direktur Utama yang merangkap sebagai Direktur Sumber Daya Manusia. 

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor : SK-97/MBU/04/2018, per tanggal 20 April 2018 Nicke Widyawati resmi menjabat sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero).

Nicke nyatanya terus mendukung transisi energi Indonesia dengan membangun portofolio Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk memberikan energi bersih bagi Indonesia di masa yang akan datang. Nicke menilai bahwa ia terus fokus menjalankan transisi energi dan langkah dekarbonisasi pada operasional perusahaan dari hulu hingga hilir. 

Tentunya hal ini juga sejalan dengan pencapaian penilaian atas implementasi aspek Environment, Social & Governance (ESG) Pertamina yang naik secara signifikan dari score 41,6 atau termasuk kategori Several Risk (Februari 2021) menjadi 28,1 (Medium Risk) pada September 2021. Tentunya perbaikan nilai ini telah menempatkan Pertamina di peringkat 15 perusahaan di industri dan peringkat ke 8 Sub-Industri Migas dunia. 

Peringkat diatas nyatanya terus meningkat dengan adanya langkah-langkah yang sudah direncakan oleh Nicke selaku Direktur Utama Pertamina dalam aksi penyelamatan iklim dan transisi energi menuju net zero, yaitu dekarbonisasi operasional sebagai bentuk portofolio untuk investasi pertumbuhan hijau, serta percepatan inovasi dan pertumbuhan hijau. (SNP)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD