AALI
9300
ABBA
290
ABDA
0
ABMM
2460
ACES
745
ACST
184
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
800
ADMF
8175
ADMG
176
ADRO
3250
AGAR
298
AGII
2250
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
111
AHAP
100
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
158
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1555
AKRA
1185
AKSI
280
ALDO
730
ALKA
292
ALMI
308
ALTO
192
Market Watch
Last updated : 2022/08/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.69
-0.42%
-2.31
IHSG
7172.43
-0.2%
-14.12
LQ45
1022.99
-0.33%
-3.35
HSI
19773.03
0.05%
+9.12
N225
28930.33
-0.04%
-11.81
NYSE
0.00
-100%
-15734.11
Kurs
HKD/IDR 180
USD/IDR 14,820
Emas
835,878 / gram

Cerita Konglomerat Muslim yang Sumbangkan Hartanya hingga Sisa Nafas Terakhir

INSPIRATOR
Kunthi Fahmar Sandy
Rabu, 27 Juli 2022 17:10 WIB
Ali merupakan kolektor barang-barang mewah seperti mobil dan sepatu. Bahkan, Ali memiliki mobil sport seharga 600.000 dolar AS atau setara Rp9,03 miliar.
Cerita Konglomerat Muslim yang Sumbangkan Hartanya hingga Sisa Nafas Terakhir (FOTO:MNC Media)
Cerita Konglomerat Muslim yang Sumbangkan Hartanya hingga Sisa Nafas Terakhir (FOTO:MNC Media)


IDXChannel - Ali Banat, seorang pengusaha sukses yang ikhlas melepas seluruh kekayaanya karena ingin meninggalkan dunia tanpa membawa satu pun harta bendanya.

Bahkan dia menyebut tak lagi memerlukan kenikmatan dunia. Diketahui Ali Banat merupakan seorang pengusaha sukses asal Sydney, Australia.

Ali merupakan kolektor barang-barang mewah seperti mobil dan sepatu. Bahkan, Ali memiliki mobil sport seharga 600.000 dolar AS atau setara Rp9,03 miliar.

Namun, baginya hidup bergelimangan harta tiada artinya jika tidak bermanfaat bagi orang lain. Sehingga sebelum ia wafat pada 29 Mei 2018, Ali menyumbangkan seluruh hartanya kepada kaum miskin hingga akhir hayatnya.

Dia menghembuskan nafas terakhi usai dokter mendiagnosis kanker stadium empat. Sebelumnya  dokter memvonis bahwa dirinya hanya bisa bertahan hidup selama tujuh bulan karena kanker, dan mulai saat itulah Ali memutuskan menyerahkan seluruh hartanya.

Keputusan ini diambil karena dia merasa masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk memperbaiki diri. "Ini adalah karunia dari Allah karena memberikan kesempatan saya untuk berubah," ujar Ali.

Mengutip dari sulut.iNews.id, Ali diketahui mendirikan yayasan sosial bernama Muslims Around The World (MATW) setelah melakukan perjalanan ke Afrika. Yayasan tersebut didirikan dengan tujuan membangun masjid, sekolah, rumah sakit dan membantu kaum tidak mampu lainnya di benua tersebut.

Yayasan tersebut awalnya hanya berfokus di negara bagian Afrika Barat, Togo. Kemudian, meluas hingga negara Afrika lainnya seperti Burkina Faso, Benin dan Ghana. Benua Afrika dipilih untuk menjadi fokus yayasan karena daerah tersebut menjadi kawasan yang  disorot dunia yang paling menderita akibat krisis air global

(Ditulis oleh : Ridho Hatmanto Magang IDXChannel.com)



(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD