IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun lebih dari 1 persen pada sesi II perdagangan Selasa (24/2/2026), di tengah meningkatnya tekanan risiko global.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG melemah 1,37 persen ke level 8.280,83. Nilai transaksi mencapai Rp29,38 triliun dan volume perdagangan 58 miliar saham.
Tekanan sangat terasa di pasar, dengan 596 saham melemah, hanya 163 saham menguat, dan 199 sisanya stagnan.
Saham-saham big cap milik konglomerat menjadi penekan utama indeks acuan, mulai dari Grup Bakrie, Salim, Barito, hingga Sinar Mas.
Dalam riset yang terbit pada Selasa (24/2/2026), BRI Danareksa Sekuritas menilai tekanan datang dari kombinasi faktor eksternal yang kian kompleks dan berlapis. Salah satu pemicu utama adalah meningkatnya ketidakpastian kebijakan Amerika Serikat (AS).