Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana kenaikan tarif dagang hingga 15 persen. Pasar menilai langkah tersebut berpotensi menjadi babak awal perang dagang baru. Aset berisiko pun tertekan, sementara investor mulai melakukan rotasi ke instrumen safe haven.
Di sisi lain, tensi geopolitik antara AS dan Iran kembali memanas. Trump disebut memberikan ultimatum kepada Iran untuk menyepakati perjanjian baru.
Jika negosiasi gagal, opsi serangan udara terhadap fasilitas nuklir dan target strategis disebut terbuka. Pasar pun mulai melakukan antisipasi atau pricing in terhadap risiko konflik terbuka.
Sentimen global juga dibayangi instabilitas di Meksiko setelah tewasnya Nemesio “El Mencho” Oseguera Cervantes.
Peristiwa tersebut memicu gelombang kekacauan, termasuk blokade dan pembakaran di puluhan negara bagian, yang menambah lapisan ketidakpastian global.