“Ya, sebagai bentuk pelayanan kita sudah terbiasa memang tiap tahun kita tidak pernah melaksanakan hari raya bersama keluarga karena memang tugas kita ya bentuk pelayanan, untuk memberikan pelayanan terbaik untuk para pemakai jasa untuk menyeberang dari Merak menuju Bakauheni dan sebaliknya, demikian,” ucap dia.
Meski demikian, dia tetap selalu merasakan rindu yang amat sangat kepada keluarganya saat mendengar gema takbir. Apalagi saat hari raya Lebaran tiba, ia teringat akan keluarganya yang selalu menunggu di rumah.
“Oh, pastinya seperti itu. Karena memang manusiawi kita tetap masih ada rasa kangen sama keluarga, untuk bisa berhari raya bersama keluarga,” ungkap dia.
Cecep menuturkan bahwa anaknya sering kali meminta agar dirinya bisa berada di rumah saat Lebaran dan berkumpul bersama keluarga. Namun, apalah daya, tuntutan pekerjaan membuatnya harus tetap berlayar meski rasa rindu sudah tidak terbendung.
“Pasti, pasti ada terutama dari anak-anak ya yang ingin memang kita kumpul di saat hari raya itu mungkin. Ya, memang ya secara intinya ada kerinduan pengin untuk bisa berlebaran, tapi karena memang tugas kita yang utama untuk bisa memberikan pelayanan,” tutur Cecep.