IDXChannel - Antrean kendaraan di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk dilaporkan mencapai sekitar 5,8 kilometer pada puncak arus balik Lebaran 2026.
Meski demikian, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan arus kendaraan tetap bergerak dan terkendali melalui percepatan layanan di pelabuhan.
Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, menegaskan bahwa kunci pengendalian kepadatan bukan semata pada jumlah kapal, melainkan pada kecepatan layanan di setiap titik operasional.
"Fokus kami adalah menjaga agar proses tetap berjalan cepat dan berkesinambungan. Antrean boleh terjadi, tetapi tidak boleh berhenti," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (30/3/2026).
Ia menjelaskan, penerapan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) menjadi strategi utama dalam mempercepat pergerakan kapal di dermaga. Dengan pola tersebut, kapal tidak berlama-lama sandar sehingga kendaraan dapat segera dibongkar dan dimuat kembali untuk penyeberangan berikutnya.