ASDP juga mengoptimalkan durasi bongkar muat kapal dengan rata-rata waktu sekitar 35 menit per siklus layanan. Disiplin operasional ini dinilai mampu meningkatkan frekuensi perjalanan kapal sekaligus memperbesar kapasitas angkut secara keseluruhan.
Berdasarkan pemantauan pada Senin (30/3/2026) pukul 14.00 WIB, antrean kendaraan didominasi mobil pribadi, sepeda motor, serta truk sedang hingga besar yang terus bergerak menuju Pelabuhan Ketapang.
Untuk mengurai kepadatan, sebanyak 34 kapal dioperasikan, termasuk 22 kapal yang menerapkan pola TBB serta tambahan kapal perbantuan guna mempercepat rotasi layanan.
Dari sisi permintaan, sistem reservasi Ferizy mencatat sebanyak 164.881 unit kendaraan telah melakukan pemesanan tiket untuk periode H-10 hingga H+10 Lebaran 2026. Hingga H+7, sebanyak 154.313 unit kendaraan telah masuk ke Pelabuhan Ketapang, dengan sisa sekitar 10.568 unit yang diperkirakan masih akan bergerak menuju pelabuhan.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, mengatakan pengaturan arus kendaraan tidak hanya dilakukan di area pelabuhan, tetapi juga sejak di jalur pendekat. Sejumlah buffer zone seperti Grand Watudodol, Terminal Sri Tanjung, Bulusan, dan PT Pusri difungsikan sebagai kantong parkir sekaligus titik pengendalian arus kendaraan.