“Kami pengin banget bisa memaparkan hasil penelitian ini di Amerika Serikat di Genius Olympiad, selain membawa nama Indonesia juga nama SMA dan Kota Semarang, new experiences juga buat kami,” tambah Ruha saat ditemui di lokasi yang sama.
Duo peneliti itu sebelumnya juga menyabet beberapa penghargaan internasional dan nasional. Di antaranya; ajang ICSIT tingkat ASEAN pada Desember 2025 juara 1, kemudian ASEAN Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair (AISEEF) pada Februari 2026 di Kampus Undip menyabet runner up, Indonesia International Applied Science Project (I2ASPO) tahun 2024 di Surabaya juga menyabet runner up.
“Kami ingin mengembangkan lagi hasil penelitian ini untuk membantu orang-orang (menyembuhkan diabetes),” sambung Ruha.
Mereka berharap ada perhatian dari pemerintah pusat melalui kementerian, pemerintah daerah, maupun swasta dalam rangka mendukung generasi muda berbakat agar bisa berangkat menjalani kontes bergengsi dalam perlombaan karya ilmiah tingkat dunia.
Zano dan Ruha kini duduk di kelas XI SMAN 1 Kota Semarang. Keduanya berangkat dari SMPN 21 Kota Semarang. Selain berprestasi di bidang ilmiah, mereka juga sama-sama musisi.