IDXChannel - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengungkapkan, konflik geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta kendala di Blok Rokan menjadi tantangan utama dalam merealisasikan target produksi minyak dan gas bumi (migas) di 2026.
Direktur Utama PHE Awang Lazuardi mengatakan, hingga April 2026 produksi minyak domestik PHE tercatat sebesar 367 ribu barrel oil per day (BOPD), sedangkan kontribusi internasional mencapai 109 ribu BOPD. Dengan demikian total produksi minyak PHE mencapai 475 ribu BOPD.
Salah satu tekanan terbesar terjadi di awal tahun, terutama di Blok Rokan akibat gangguan pada pipa milik Transportasi Gas Indonesia (TGI).
"Di awal tahun terutama di blok kita yang di Rokan mengalami kendala suplai gas karena adanya masalah kebocoran di pipa transportasi gas Indonesia yang sempat berlangsung lebih dari 20 hari. Itu yang menyebabkan average produksi minyak kita terutama di Rokan cukup menurun cukup tajam," ujarnya dalam Raker Bersama Komisi XII DPR RI, Jakarta, Senin (25/5/2026).