sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Produksi Migas PHE Tertekan Akibat Gangguan di Blok Rokan hingga Penutupan Lapangan West Qurna

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
26/05/2026 00:12 WIB
Salah satu tekanan terbesar terjadi di awal tahun, terutama di Blok Rokan akibat gangguan pada pipa milik Transportasi Gas Indonesia (TGI).
Produksi Migas PHE Tertekan Akibat Gangguan di Blok Rokan hingga Penutupan Lapangan West Qurna. (Foto Istimewa)
Produksi Migas PHE Tertekan Akibat Gangguan di Blok Rokan hingga Penutupan Lapangan West Qurna. (Foto Istimewa)

Selain kendala di Rokan, PHE juga menghadapi hambatan produksi di lapangan domestik yang dikelola bersama ExxonMobil, khususnya terkait keterbatasan fasilitas gas di Banyu Urip. Sehingga, peningkatan produksi gas di wilayah kerja tersebut belum dapat optimal karena kapasitas fasilitas yang terbatas.

“Isu utama yang kita alami di kuartal I-2026 ini sehingga hingga saat ini produksi kami hanya mencapai untuk domestik 367 ribu barrel oil per day,” katanya.

Di sisi internasional, kondisi geopolitik Timur Tengah turut memukul produksi migas PHE. Awang menyebut perang antara AS, Israel, dan Iran berdampak langsung terhadap operasi lapangan West Qurna di Irak.

Dia mengakui beberapa hari setelah konflik memanas, pemerintah Irak meminta agar lapangan tersebut dihentikan sementara (shut-in). Akibatnya, PHE kehilangan produksi sekitar 100 ribu BOPD.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement