IDXChannel - Gubernur Federal Reserve (The Fed), Stephen Miran, mengatakan masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan bagaimana lonjakan harga minyak akan memengaruhi ekonomi Amerika Serikat (AS).
Dia tetap pada pandangannya bahwa pasar tenaga kerja yang mulai melemah membutuhkan lebih banyak pemangkasan suku bunga dari bank sentral.
"Kita harus menunggu semua data masuk sebelum benar-benar mengubah pandangan kita,” kata Miran dalam wawancara dengan Bloomberg TV, Senin (23/3/2026).
Terkait lonjakan harga energi, dia menilai masih terlalu dini untuk memiliki gambaran yang jelas dalam 12 bulan ke depan, periode yang menjadi fokus para pembuat kebijakan moneter.
Miran mengatakan secara tradisional, guncangan harga minyak seperti ini biasanya diabaikan dalam penentuan kebijakan, yang berarti pandangannya tetap sama, yakni pemangkasan suku bunga secara bertahap.
Mengacu pada pertemuan pekan lalu dan rilis proyeksi terbaru, Miran menyebut dia telah menurunkan ekspektasinya dari enam kali pemangkasan suku bunga tahun ini menjadi empat kali, sebagaimana tercermin dalam pertemuan Federal Open Market Committee, sembari menaikkan perkiraan arah inflasi.
Pekan lalu, FOMC menahan suku bunga acuan di kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen, dengan mayoritas pejabat hanya memperkirakan satu kali pemangkasan tahun ini.
Perang AS-Israel dengan Iran membayangi prospek ekonomi, karena lonjakan harga energi berpotensi mendorong inflasi yang sudah berada di atas target 2 persen The Fed, sekaligus menekan permintaan.