IDXChannel - Wall Street ditutup dengan penurunan tajam pada Rabu (18/3/2026) setelah Federal Reserve atau The Fed mempertahankan suku bunga Amerika Serikat (AS).
Dilansir dari Reuters, Kamis (19/3/2026), diprakirakan hanya akan ada satu kali pemangkasan suku bunga sepanjang tahun ini, seiring para pejabat menimbang risiko ekonomi akibat melonjaknya harga minyak serta konflik antara AS dan Israel dengan Iran.
Proyeksi terbaru dari para pembuat kebijakan bank sentral AS menunjukkan bahwa suku bunga acuan semalam The Fed akan turun hanya sebesar seperempat poin persentase hingga akhir tahun ini, tanpa ada petunjuk mengenai waktunya.
Indeks saham utama memperpanjang penurunan setelah Ketua The Fed Jerome Powell menggelar konferensi pers dan kembali menekankan ketidakpastian yang ditimbulkan oleh perang tersebut terhadap prospek ekonomi.
Para ekonom tidak memperkirakan The Fed akan mengubah suku bunganya.
“The Fed mempertahankan suku bunga. Dengan inflasi yang berada di atas target dan perekonomian yang tumbuh di atas tren, serta ketidakpastian yang tinggi terkait perkembangan perang di Iran, tidak ada alasan untuk melonggarkan kebijakan moneter,” kata Kepala Investasi di Angeles Investments di Santa Monica, California, Michael Rosen.