IDXChannel – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menegaskan bahwa bank sentral tidak tinggal diam melihat pelemahan nilai tukar Rupiah yang belakangan terjadi.
Perry menyatakan bahwa BI telah menjalankan strategi "all out" dan bukan sekadar business as usual untuk menjaga stabilitas mata uang Garuda di tengah ketidakpastian global.
Perry menjelaskan bahwa salah satu langkah utama adalah intervensi besar-besaran menggunakan cadangan devisa. Meski posisi cadangan devisa bulan lalu tercatat turun menjadi USD148,2 miliar, angka tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan intervensi pasar.
“Tolong diingat, cadangan devisa itu dikumpulkan pada saat panen inflow besar. Makanya kita gunakan untuk pada saat paceklik, pada saat outflow jumlahnya besar. Dan intervensinya itu tidak hanya di dalam negeri, tidak hanya tunai, tapi domestic non-delivery forward (DNDF),” ujar Perry dalam konferensi pers KSSK, Kamis (7/5/2026).
Strategi intervensi yang dilakukan BI kini menjangkau pasar internasional secara around the world dan around the clock.