Miran menjadi satu-satunya pejabat yang memilih pemangkasan suku bunga dalam pertemuan tersebut. Dia, yang sebelumnya menjabat sebagai gubernur The Fed sambil cuti dari peran penasihat di Gedung Putih era Trump, secara konsisten mendorong pemangkasan suku bunga yang lebih agresif sejalan dengan preferensi Trump, namun tidak diikuti mayoritas pejabat The Fed saat ini.
“Saya pikir pasar tenaga kerja masih membutuhkan dukungan tambahan dari kebijakan moneter, dan itu sebabnya saya berbeda pendapat pada pertemuan terakhir,” ujarnya.
Miran juga mencatat risiko inflasi kini sedikit meningkat, namun risiko pengangguran juga semakin mengkhawatirkan, karena lonjakan harga minyak bukan hanya guncangan sisi penawaran, tetapi juga menekan permintaan.
Dia menambahkan, hal utama yang perlu diperhatikan adalah apakah kenaikan harga minyak mulai mendorong ekspektasi inflasi dan kenaikan upah, yang menurutnya belum terjadi saat ini.
Sementara itu, beberapa pejabat The Fed mulai mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga di masa depan jika lonjakan harga minyak cukup kuat untuk mendorong inflasi lebih tinggi.
(NIA DEVIYANA)