sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Produksi Migas PHE Tertekan Akibat Gangguan di Blok Rokan hingga Penutupan Lapangan West Qurna

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
26/05/2026 00:12 WIB
Salah satu tekanan terbesar terjadi di awal tahun, terutama di Blok Rokan akibat gangguan pada pipa milik Transportasi Gas Indonesia (TGI).
Produksi Migas PHE Tertekan Akibat Gangguan di Blok Rokan hingga Penutupan Lapangan West Qurna. (Foto Istimewa)
Produksi Migas PHE Tertekan Akibat Gangguan di Blok Rokan hingga Penutupan Lapangan West Qurna. (Foto Istimewa)

Meski saat ini operasi telah kembali diizinkan, Awang mengatakan produksi belum sepenuhnya pulih. Dia menyebut tingkat produksi baru kembali kurang dari 10 persen dan masih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan domestik Irak.

"Sampai sekarang produksi sudah diizinkan tetapi belum full, kurang dari 10 persen, hanya untuk memenuhi kebutuhan di internal Irak," kata dia. 

Sementara itu, kinerja gas PHE dinilai masih relatif terjaga. Hingga April 2026, produksi gas tercatat mencapai 2.722 MMSCFD, terdiri atas kontribusi domestik sebesar 2.385 MMSCFD dan internasional 337 MMSCFD.

Secara keseluruhan, capaian produksi migas ekuivalen PHE saat ini berada di level 945 ribu barrel oil equivalent per day (BOEPD). Angka tersebut masih berada di bawah target akhir tahun yang dipatok sebesar 1,03 juta BOEPD.

Awang mengatakan, untuk mengejar target tersebut, PHE menyiapkan berbagai program 'filling the gap' sepanjang sisa tahun 2026. Program itu mencakup survei seismik 2D sepanjang 904 kilometer, seismik 3D seluas 1.660 kilometer persegi, hingga pemboran 16 sumur eksplorasi.

Selain itu, perseroan juga menargetkan pengembangan melalui pemboran 800 sumur, workover lebih dari 1.200 sumur, serta lebih dari 33 ribu pekerjaan well intervention.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement