AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Dulu Hampir Bangkrut, Kini Pemuda Bojonegoro Sukses Bisnis Gitar Custom

INSPIRATOR
Avirisda M/Kontributor
Selasa, 26 Oktober 2021 17:28 WIB
Bermodalkan semangat dan hobi berseni musik, pemuda berusia 23 tahun tak patah arang, ia merintis usaha pembuatan gitar kustom.
Dulu Hampir Bangkrut, Kini Pemuda Bojonegoro Sukses Bisnis Gitar Custom (FOTO:MNC Media)
Dulu Hampir Bangkrut, Kini Pemuda Bojonegoro Sukses Bisnis Gitar Custom (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Pemuda bernama Yudha Adi Prabowo, sempat merasakan keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Usahanya berjualan sembako di Sidoarjo sempat turun akibat pandemi Covid-19 dan membuatnya pulang ke kampung halaman di Desa Deru, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro

Bermodalkan semangat dan hobi berseni musik, pemuda berusia 23 tahun tak patah arang, ia merintis usaha pembuatan gitar kustom. Beragam aneka jenis gitar ia buat dari pesanan kustomer. 

Menurutnya, ia baru menekuni bisnis pembuatan gitar kustom saat pandemi Covid-19 tengah memburuk di 2020 lalu. Usaha sembakonya yang sempat mengalami penurunan, membuatnya pulang kampung dan mengembangkan usaha baru. 

"Dulu di Sidoarjo jualan sembako, tapi sempat turun karena pandemi Covid-19 itu. Akhirnya mulai coba bikin gitar custom ini," ucap Yudha, saat dikonfirmasi MNC Portal, pada Selasa siang (26/10/2021). 

Ketertarikan Yudha pada alat musik bukan tanpa alasan, ia memiliki hobi bermusik dan seni. Apalagi saat bekerja di Sidoarjo ia kerap kali berkunjung ke tempat pembuatan gitar, yang tentu membuatnya kian terinsipirasi membuat usaha serupa dengan konsep berbeda. 

"Saat di Sidoarjo sering berkunjung ke tempat pembuatan gitar, lalu karena saya suka musik dan seni akhirnya mencoba mengembangkan di rumah. Baru dijadikan industri itu tahun 2020, saat corona sedang tinggi-tingginya," ungkap dia. 

Dirinya beralasan di Bojonegoro masih belum ada produsen pembuat gitar yang mampu melayani sesuai keinginan pembeli. Beberapa toko dan pembuat alat musik hanya menjual gitar standar, yang kadang tidak sesuai keinginan sang pembeli. 

Di tangan Yudha, keinginan pembeli yang ingin membuat gitar sesuai permintaannya, dengan harga yang terjangkau. Tak ayal permintaan pasar merespon positif produknya. 

"Kita lihat peminatnya lumayan banyak, apalagi di toko - toko alat musik kan tidak bisa menyediakan yang sesuai keinginan. Kalau di saya kelebihannya bisa custom, bisa pesan sesuai keinginan konsumen. Jadi mereka ada kepuasan tersendiri," bebernya. 

Beberapa pesanan gitar kustom pun datang kepadanya, tercatat sebulannya 5 - 10 pesanan bisa ia kerjakan. Pesanan ini datang dari berbagai kota besar di Pulau Jawa, seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta. 

Harga yang tergolong murah dan kualitas yang bersaing, menjadikan para pembeli menjatuhkan pilihan kepada gitar buatan pemuda Desa Deru, Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro ini. 

"Dijual dari harga Rp 500 ribu sampai Rp 3,5 juta, tergantung kerumitan desain dan bahan yang diinginkan. Jadi semakin rumit dan mahal bahan baku, harganya semakin mahal. Kalau proses pembuatan dari tiga minggu sampai dua bulan, tergantung proses kerumitan gitarnya," tuturnya. 

Beragam gitar kustom dipesan pembeli, tapi yang paling banyak yakni jenis gitar protipe gitar buatan luar negeri yang mahal. Biasanya para pembeli juga ingin meniru gitar yang dipakai musisi favoritnya. 

"Kebanyakan pesannya kustomer membuat replika dari gitar luar negeri, yang harganya mahal - mahal bikin spesifikasi dengan minim budget," tuturnya. 

Pada proses pembuatan gitar custom, Yudha mengerjakannya sendiri. Bermodalkan sejumlah bahan baku kayu - kayu lokal dan kayu impor, Yudha membuat beragam jenis gitar mulai gitar akustik, gitar elektrik, dan gitar bass. 

"Proses pembuatan gitar saya kerjakan sendiri dengan alat semi manual. Kalau bahan baku gitar kita ngambil dari kayu lokal seperti mahoni, kalau gitar elektrik pakai kayu  dari luar negeri, karena pohonnya nggak ada di luar negeri. Tapi itu tidak kesulitan, karena saya ngambil di rekanan. Secara kualitas boleh diadu," kata dia. 

Dengan mulai meningkatnya pesanan gitarnya menjadikan Yudha mulai bisa memberdayakan pemuda sekitar. Pesanan jumlah banyak membuatnya mengambil pemuda di sekitarnya, untuk bisa bersama - sama memproduksi gitar custom. 

"Kalau pesanan banyak biasanya saya ambil freelance untuk bantu pengerjaan. Kalau sehari-harinya saya sendiri yang buat," terang dia. 

Media sosial menjadi salah satu cara memasarkan gitar kustom produksinya. Berbagai platform media sosial sudah dimiliki dengan nama Raff Gitar, yang menjadi brand-nya. 

"Kalau pemasaran kami melalui media sosial dengan nama Raff Gitar. Cuma memang sekarang kendalanya masih banyak yang belum tahu, jadi butuh bantuan untuk promosinya," pungkasnya. 

Kini dengan mulai dilonggarkan pembatasan kegiatan masyarakat, ia berharap konser musik dan beragam pertunjukan seni bisa diadakan. Hal ini tentu mempengaruhi pendapatannya sebagai pengerajin gitar custom.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD