AALI
9875
ABBA
324
ABDA
6600
ABMM
1435
ACES
1270
ACST
192
ACST-R
0
ADES
3410
ADHI
835
ADMF
7625
ADMG
182
ADRO
2270
AGAR
348
AGII
1400
AGRO
1250
AGRO-R
0
AGRS
157
AHAP
69
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1115
AKRA
795
AKSI
705
ALDO
1300
ALKA
304
ALMI
288
ALTO
242
Market Watch
Last updated : 2022/01/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.87
-1.14%
-5.85
IHSG
6655.17
-1.06%
-71.21
LQ45
949.49
-1.07%
-10.27
HSI
24656.46
-1.24%
-309.09
N225
27588.37
0.24%
+66.11
NYSE
16397.34
-1.6%
-266.43
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
847,156 / gram

Kenalan dengan Alexander Tedja, Pemilik Mal Berharta Belasan Triliun

INSPIRATOR
Athika Rahma
Minggu, 12 Desember 2021 18:02 WIB
Pernah mendengar dan mengunjungi Mal Tunjungan Plaza, Mal Blok M atau Mal Gandaria? Mal-mal tersebut dimiliki oleh pengusaha bernama Alexander Tedja.
Kenalan dengan Alexander Tedja, Pemilik Mal Berharta Belasan Triliun (FOTO: MNC Media)
Kenalan dengan Alexander Tedja, Pemilik Mal Berharta Belasan Triliun (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pernah mendengar dan mengunjungi Mal Tunjungan Plaza, Mal Blok M atau Mal Gandaria? Mal-mal tersebut dimiliki oleh pengusaha bernama Alexander Tedja.

Alexander termasuk ke dalam jajaran 50 orang Indonesia terkaya versi Forbes tahun 2020, dan menduduki peringkat 27. Dalam skala dunia, dirinya berada di peringkat 2141. Menurut data Forbes per 12 Desember 2021, kekayaan Alexander diketahui mencapai USD 1,1 miliar atau sekitar Rp 15,79 triliun.

Lantas, seperti apa perjalanan Alexander hingga bisa menjadi sesukses sekarang?

Mengutip laman resmi Pakuwon Jati, Alexander lahir di Medan, 22 September 1945. Dirinya diketahui memulai karir di bidang perfilman dengan PT ISAE Film sejak 1972, PT Pan Asiatic Film sejak 1991, dan PT Menara Mitra Cinema Corp. sejak 1977.

Alexander mulai merambah bisnis properti dengan mendirikan Pakuwon Jati, perusahaan pengembang real estate dan mal, tahun 1982. Saat memulai Pakuwon Jati, dia membeli sebidang tanah di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya dan memulai proyek Plaza Tunjungan I.

Proyek ini terus berlanjut dengan dibangunnya Plaza Tunjungan II dan III, Sheraton Surabaya Hotel & Tower, Menara Mandiri, Kondominium Regensi hingga Plaza Tunjungan IV. Secara bertahap, proyek ini menjadi superblok pertama di kota Surabaya, superblok Tunjungan City. 

Tahun 1994, ia memulai mengembangkan kawasan hunian di Surabaya, Pakuwon City. Tidak berhenti di Surabaya, pada tahun 2007, Alexander memperluas bisnis propertinya ke Jakarta dengan mengakuisisi 83,3% saham PT Artisan Wahyu, pengembang superblok Gandaria City, Jakarta. Selanjutnya Pakuwon Group juga membangun Kota Kasablanka yang berada di daerah perluasan Rasuna Said, Kuningan, yang juga termasuk Central Business District (CBD) Jakarta dan membangun properti multifungsi di atas lahan seluas 4,2 hektar di koridor TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Tak hanya itu, melalui anak perusahaan Pakuwon Jati , PT Pakuwon Permai, dia juga dan mengembangkan superblok Supermal Pakuwon Indah, pusat belanja Royal Plaza (keduanya di Surabaya), pusat belanja Blok M Plaza, dan apartemen servis Somerset Berlian (keduanya di Jakarta).

Sejak perusahaan ini go public pada 1989, Alexander didapuk menjadi Presiden Direktur sampai tahun 1998. Hingga saat ini, Alexander menjabat sebagai Presiden Komisaris di Pakuwon Jati.  (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD