AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Kini Sukses Jadi Bos Google, Ini Kisah Anak India yang Pernah Tinggal di Rumah Kecil

INSPIRATOR
Aditya Pratama/iNews
Senin, 23 Agustus 2021 07:38 WIB
Sundar Pichai merupakan salah satu CEO perusahaan paling berharga di dunia
Kini Sukses Jadi Bos Google, Ini Kisah Anak India yang Pernah Tinggal di Rumah Kecil (FOTO:MNC Media)
Kini Sukses Jadi Bos Google, Ini Kisah Anak India yang Pernah Tinggal di Rumah Kecil (FOTO:MNC Media)

IDXChannel -  Sundar Pichai merupakan salah satu CEO perusahaan paling berharga di dunia. Selain memimpin Google, dia juga menjadi bos induk usahanya, Alphabet setelah pendirinya Larry Page dan Sergey Brin melepas jabatan mereka sebagai direksi di sana.  

Sebagai orang India yang sukses menjadi CEO perusahaan kelas dunia, Sundar berasal dari keluarga sederhana. Dia lahir di Madurai, India dalam keluarga kelas menengah.  

"Ada kesederhanaan dalam hidup saya, yang sangat bagus dibandingkan dengan dunia saat ini," katanya, dikutip dari India Today, Minggu (22/8/2021).  

Dia menuturkan, saat kanak-kanak tinggal di sebuah rumah kecil, dan harus berbagi tempat dengan penyewa. Akibatnya, dia terpaksa tidur di lantai ruang tamu. Dalam rumah mungilnya, keluarga Sundar juga tak memiliki kulkas.  

"Saya tidak pernah bisa tidur tanpa sebotol air di samping tempat tidur saya. Rumah-rumah lain memiliki kulkas, dan akhirnya kami mendapatkannya. Itu masalah besar," ujarnya.   

Masa kecilnya yang sederhana membantunya mencapai kesuksesan. Sundar menggunakan banyak waktunya untuk membaca. Dia suka membaca buku apapun yang ditemukannya. 

Sundar mengenyam pendidikan di IIT Kharagpur, dan berjuang dengan bahasa Hindi sebagai anak India Selatan. Dia menyelesaikan beberapa tes di perguruan tinggi dan mendapatkan nilai C di salah satu makalahnya. Dia memperbaiki nilai dalam tiga tahun ke depan.  

Sundar pun berhasil mendapat beasiswa melanjutkan kuliah ke Universitas Stanford di Amerika Serikat (AS), di mana dia mengejar gelar Master of Science dalam bidang teknik dan material. Dia kemudian mengambil gelar MBA dari Wharton School di University of Pennsylvania. 

Sundar bergabung dengan Google pada 2004 dan di sana kariernya melesat, sebagian besar karena kesuksesannya yang fenomenal dengan proyek Chrome. Dia dan timnya berperan penting dalam menciptakan Google Chrome dan kemudian menjadikannya sebagai mesin pencari yang paling banyak digunakan di dunia.  

Keberhasilan dengan Chrome membuatnya mulai mendapatkan lebih banyak tanggung jawab, dan kemampuannya untuk memimpin tim dan orang secara koheren diperhatikan oleh manajemen puncak berulang kali. Sundar dianggap memiliki kemampuan memecahkan masalah dengan baik.  

Lebih dari pengetahuannya tentang produk dan teknologi, kemampuan Sundar untuk memimpin dan bekerja dengan banyak orang yang membuatnya menjadi sosok terpenting di Google. 

Setelah sukses dengan Chrome, dia secara bertahap mulai muncul di acara media dan pengembang Google. Pada 2013, Sundar diberi tugas menjalankan divisi Android dan pada 2015 diangkat menjadi CEO Google ketika perusahaan direstrukturisasi dan Alphabet dibuat. Sekarang, dia menjabat CEO Alphabet sekaligus Google. 

Larry Page dan Sergey Brin memuji sosok Sundar, yang pernah disebut sebagai orang yang paling memahami Page dan menerjemahkan visinya untuk semua orang di perusahaan. 

"Sundar membawa kerendahan hati dan hasrat mendalam untuk teknologi kepada pengguna, mitra, dan karyawan kami setiap hari. Dia bekerja sama dengan kami selama 15 tahun, melalui pembentukan Alphabet, sebagai CEO Google, dan anggota Dewan Direksi Alphabet. Dia berbagi kayakinan kami dalam nilai struktur Alphabet, dan kemampuan yang diberikannya kepada kami untuk mengatasi tantangan besar melalui teknologi. Tidak ada orang yang lebih kami andalkan sejak Alphabet didirikan, dan tidak ada orang yang lebih baik untuk memimpin Google dan Alphabet ke masa depan," tulis pendiri Google tersebut pada 2019 lalu. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD