AALI
9300
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2470
ACES
690
ACST
161
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
775
ADMF
8200
ADMG
175
ADRO
3130
AGAR
312
AGII
2310
AGRO
855
AGRO-R
0
AGRS
119
AHAP
107
AIMS
248
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1200
AKSI
274
ALDO
770
ALKA
300
ALMI
290
ALTO
194
Market Watch
Last updated : 2022/08/05 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.59
0.44%
+2.37
IHSG
7084.66
0.39%
+27.31
LQ45
1007.80
0.4%
+4.03
HSI
20201.94
0.14%
+27.90
N225
28175.87
0.87%
+243.67
NYSE
0.00
-100%
-15267.16
Kurs
HKD/IDR 545
USD/IDR 14,925
Emas
858,734 / gram

Kisah Sukses Afat Adinata, Komisaris Utama Mega Perintis yang Melantai di Bursa Efek

INSPIRATOR
Rizki Setyo Nugroho/SEO
Senin, 01 Agustus 2022 18:16 WIB
Banyak yang belum mengetahui kisah sukses Afat Adinata yang merupakan Komisaris Utama dari Mega Perintis. 
Kisah Sukses Afat Adinata, Komisaris Utama Mega Perintis yang Melantai di Bursa Efek (Foto: MNC Media)
Kisah Sukses Afat Adinata, Komisaris Utama Mega Perintis yang Melantai di Bursa Efek (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Banyak yang belum mengetahui kisah sukses Afat Adinata yang merupakan Komisaris Utama dari Mega Perintis

Mega Perintis sendiri merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang garmen yang berfokus pada fesyen pria. Mega Perintis berada di dalam Mega Perintis Group dengan beberapa bisnis lainnya, seperti Mega Putra Garment dan Mitrelindo Global. 

Kisah Sukses Afat Adinata

Nama Afat Adinata berada di balik kesuksesan Mega Perintis. Ia saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama dari Mega Perintis dan berhasil membawa PT Mega Perintis Tbk. melantai di bursa efek. Nah, sebenarnya bagaimanakah kisah sukses Afat Adinata yang sukses melalui bisnisnya?

Kisahnya berawal ketika dirinya pindah ke Surabaya bersama dengan keluarganya dari Samarinda. Afat berpindah ke Surabaya saat masih berada di bangku SMP. 

Saat memasuki bangku perkuliahan, bisnis furniture yang dimiliki oleh ayahnya bangkrut, sehingga Afat mulai bekerja sebagai guru les untuk anak SD. Hal ini dikerjakan oleh Afat karena Ia berpikir, bahwa uang bisa dicari, namun mencari pengetahuan dan pendidikan tidak boleh ditinggalkan dalam keadaan apapun. 

Selain menjadi guru les, Afat Adinata juga sempat menjalani magang di salah satu kantor akuntan. Setelah lulus, Afat mendapatkan kesempatan untuk pindah ke Jakarta dan bergabung dengan sebuah perusahaan Joint Venture antara Lotte Jepang dengan Gudang Garam. 

Afat hanya memiliki uang saku sebesar Rp300 ribu saat pergi merantau. Ia pun berusaha untuk mencukupi kebutuhan satu bulan. Semangatnya untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi lagi membawa Afat untuk mengambil kuliah pascasarjana pada 1996, walaupun dirinya masih bekerja di tempat yang sama. 

Afat sempat berpindah ke beberapa perusahaan, seperti Japfa Comfeed dan juga Garudafood. Dengan dedikasi yang tinggi, Afat bergabung dengan Garudafood selama hampir 17 tahun. Namun, dirinya keluar dari zona nyamannya dan memilih untuk bergabung dengan Manzone atau PT Mega Perintis. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD