Mirzad lalu mengembangkan kemampuan bersama komposer lintas genre. Salah satunya adalah komposer musik campursari Yogyakarta, Merlisto. Lagu Kere Ayu adalah hasil kolaborasi dengan Merlisto sekaligus menjadi pijakan kokoh untuk membangun identitas musikalnya sendiri.
Kini, ia tengah menyiapkan sejumlah lagu dengan cerita berbeda. Salah satunya adalah Duda Kentir, tentang pria berstatus duda yang tetap bahagia. Ada pula Jomblo Lilo, yang menggambarkan penantian seseorang untuk menemukan pasangan.
Sementara itu, Pungkas mengangkat kisah luka akibat hubungan percintaan. Ketiganya tetap membawa karakter musik Jawa bernuansa patah hati. “Duda itu bukan akhir segalanya, harus tetap bahagia,” ujarnya.
Tak berhenti pada perilisan single, Mirzad juga menyiapkan album penuh. Album bertajuk Patah Hati tersebut dirancang dengan sentuhan campursari modern. Lagu-lagu yang telah diproduksi akan dikumpulkan dalam album tersebut.
Ia menargetkan proses pengerjaannya rampung pada 2027. Harapannya, karya-karyanya dapat menjangkau pendengar musik Jawa lebih luas. “Saya ingin karya ini diterima oleh semua pendengar Jawa,” katanya.