AALI
8000
ABBA
595
ABDA
0
ABMM
1280
ACES
1305
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2400
ADHI
680
ADMF
7675
ADMG
214
ADRO
1345
AGAR
398
AGII
1745
AGRO
2380
AGRO-R
0
AGRS
256
AHAP
59
AIMS
420
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
650
AKRA
3540
AKSI
420
ALDO
625
ALKA
226
ALMI
270
ALTO
328
Market Watch
Last updated : 2021/08/02 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
437.87
-0.07%
-0.31
IHSG
6052.39
-0.29%
-17.65
LQ45
822.58
-0.06%
-0.47
HSI
25956.22
-0.02%
-4.81
N225
27761.68
1.75%
+478.09
NYSE
16602.29
-0.57%
-94.85
Kurs
HKD/IDR 1,858
USD/IDR 14,460
Emas
844,281 / gram

Kisah William Tanuwijaya, Si Penjaga Warnet yang Merintis Tokopedia

INSPIRATOR
Fariza Rizki/okezone
Selasa, 18 Mei 2021 16:26 WIB
Pendiri Tokopedia William Tanuwijaya menceritakan lika-liku perjalanan bisnisnya membangun startup e-commerce tersebut yang tidak luput dari berbagai kegagalan
Kisah William Tanuwijaya, Si Penjaga Warnet yang Merintis Tokopedia (FOTO:MNC Media)

IDXChannel  - Pendiri Tokopedia William Tanuwijaya menceritakan lika-liku perjalanan bisnisnya membangun startup e-commerce tersebut yang tidak luput dari berbagai kegagalan di awal pendiriannya. 

"Saya memulai Tokopedia dengan kegagalan, 2 tahun cari modal selalu gagal, berusaha membangun grup network juga gagal. Mencari pegawai pun gagal semua," ungkap William. 

Dia mengungkapkan, dirinya beruntung bisa memulai bisnis di usia muda yaitu 26 tahun, di mana dia punya banyak waktu untuk mempelajari dan memperbaiki setiap kegagalan. 

Kendati demikian, kegagalan itulah yang pada akhirnya membawa kesuksesan bagi Tokopedia hingga menjadi unicorn, startup dengan nilai valuasi mencapai USD1 miliar. Ide mendirikan Tokopedia didapatkannya bersama temannya Leontinus Alpha Edison pada tahun 2007 dan baru terwujud di 2009. 

Dia juga menekankan generasi muda Indonesia harus berani mencoba hal baru, juga berani menghadapi kegagalan yang terjadi. 

Orang bilang kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Kalimat tersebut tepat untuk menggambarkan perjalanan bisnis Tokopedia, yang ternyata tidak luput dari berbagai kegagalan di awal pendiriannya. 

"Kuota kegagalan tidak bisa habis, jadi gagallah sebanyak-banyaknya mumpung masih muda," tambah dia. 

Menurutnya, anak muda sering kali menahan untuk menggapai mimpinya karena setiap hari hanya mencari 1.001 alasan yang membuat mimpi itu tidak bisa dicapai. Padahal yang perlu dilakukan hanya mencari 1 alasan untuk bisa mencapai mimpi itu. 

"Kita hanya perlu cari 1 alasan untuk bisa. Maka kita akan bisa (melakukannya)," kata William. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD