Maudy mengatakan, pengalaman bertemu langsung anak-anak Aceh Timur sangat membekas dalam ingatannya.
“Bencana merusak kelas, tetapi tidak mematahkan semangat anak-anak untuk tetap datang ke sekolah dan belajar,” tuturnya.
CEO Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar, memiliki pandangan serupa mengenai pemulihan pendidikan anak. “Belajar kembali adalah keberanian anak-anak untuk pulih,” katanya.
(Nadya Kurnia)